Tuesday, August 22, 2017

Di Tangan Siapa, Menentukan Nilai/Harga Sesuatu

'Di tangan siapa?', bisa menentukan 'nilai/harga' sesuatu.

Ditanganku, bola basket pasti hanya jadi mainan...dribble sana, dribble sini...Di tangan Michael Jordan, bola basket yang sama bisa mencetak ribuan USD dalam sekali waktu permainan.



Ditanganku, papan selancar cuma jadi benda yang dipandang dengan terkagum-kagum...karena aku tak punya kemampuan untuk menggunakannya. Di tangan Kelly Slater, papan selancar yang sama bisa menghasilkan ribuan USD juga untuk sekali tampil.

Di tangan orang-orang biasa, kamera mungkin hanya untuk selfie, motret pemandangan, motret temen-temen/keluarga...Di tangan seorang fotografer, kamera bisa menjadi sumber penghasilannya setiap hari.

Di tangan anak-anak remaja, Sosmed (social media) bisa menjadi tempat eksis doang, sebagai cara untuk aktualisasi diri. Di tangan online marketer, Sosmed menjadi tempat pemasaran terbaik dan tercepat di dunia.

Di tangan para pecundang, masalah dan masalah akan membuatnya sering menggerutu, ngomel, mengutuk nasip dan Tuhannya. Di tangan para pemenang, masalah justru akan membuatnya tegak berdiri kokoh di kedua kakinya dan membuatnya lebih baik dari dia sebelumnya.

Di tangan orang-orang yang kesepian, kesendirian bisa 'membunuhnya'. Di tangan orang-orang yang happy, kesendirian menjadi tempatnya untuk mencetak karrier, menghasilkan uang lebih banyak, waktu yang bebas untuk traveling, melayani Tuhan dan menempa karakternya menjadi tangguh.

Setiap orang bisa memandang sesuatu dari sudut pandang yang berbeda. Satu orang bisa negatif, satu orang lainnya bisa positif. Di tangan yang berbeda, sesuatu itu bisa menjadi peluang ataupun batu sandungan.

Siapa kamu, nenentukan nilai/harga semua hal yang ada ditanganmu. Pastikan kamu bisa memberi nilai/harga yang tinggi/terbaik untuk segala sesuatu yang Tuhan percayakan kepadamu!

Sunday, August 20, 2017

Punya Nyali? Ayo Cobain Wisata Kali Cokel Pacitan

Pacitan mempunyai wisata susur sungai teranyar yang disebut Wisata Kali Cokel! Berbeda dengan Wisata Sungai Maron yang sudah tenar lebih dulu, Wisata Kali Cokel ini lebih menantang adrenalin. Pengunjung tak hanya dibawa menyusuri sungai dengan perahu nelayan, tapi juga akan dibawa ke laut lepas langsung!




Tarif per orang hanya Rp. 17.000. Satu perahu bisa muat sampai 4-5 orang dewasa (kalo jumlahnya banyak, mungkin harganya bisa ditawar). Jangan kuatir, karena setiap pengunjung akan diwajibkan mengenakan baju pelampung dan perahu dioperasikan oleh orang yang sudah sangat berpengalaman di bidang ini. Just relax and enjoy the journey...

Rute awal, pengunjung akan dibawa menyusuri Kali Cokel pelan-pelan sampai mencapai garis pantai. Kemudian pengunjung akan dibawa mengarungi laut lepas melewati Pantai Watu Karung dan kembali lagi ke Kali Cokel. Nah, sebelum selesai...pengunjung akan dibawa menyusuri Kali Cokel lagi, kali ini dengan kecepatan yang lebih kencang dari awalnya. Seru, menegangkan dan menghibur. Pemandangan disekitar Kali Cokel benar-benar ajibbb! Hijau, penuh dengan pohon-pohon kelapa di sepanjang aliran sungai.

Lokasi Kali Cokel sendiri ada di Kawasan Pantai Kasap, yang dijuluki Raja Ampat-nya Pacitan. Pantai Kasap terletak di Kelurahan Watu Karung, Kec. Pringkuku, Kab. Pacitan. Bisa ditempuh selama 15-30 menit dari Pantai Watu Karung dengan menggunakan kendaraan pribadi (motor/mobil). Jalanan menuju kawasan ini sudah sangat bagus.

Berani? Yukk, cobain wisata yang bakalan nge-hits ini...

Saturday, August 19, 2017

Hello Pacitan Pro 2017 - World Surf League (Watu Karung Beach)

Pesona Pacitan di kancah dunia semakin kokoh saja. Kali ini dibuktikan dengan diselenggarakannya sebuah event kejuaraan surfing tingkat internasional di Pantai Watu Karung.

Hello Pacitan Pro 2017 - World Surf League ini digelar mulai tgl 16 - 20 Agustus 2017. Diikuti oleh para peserta dari Indonesia, Jepang, Argentina, Australia, USA, Swedia, Inggris, New Zealand, Hawaii, dll. Waktu pelaksanaan dari pukul 07:30 WIB - 16:30 WIB.




Buat kamu-kamu yang belum tahu mau kemana weekend ini, datang saja ke Pantai Watu Karung, Pacitan. Pantai ini cantik dan bersih. Banyak resort-resort yang bertebaran di tepi pantai dan selalu ramai dengan turis-turis asing. Bisa dibilang, inilah Pantai Kuta-nya Pacitan...

Tak ada pungutan biaya apapun di Pantai Watu Karung. Pengunjung bisa langsung datang dan menikmati keindahan alamnya. Tak jauh dari Pantai Watu Karung juga ada tempat wisata lainnya yang tak kalah seru untuk di explore. Namanya Pantai Kasap, yang dijuluki Raja Ampat-nya Pacitan, dan juga wisata Kali Cokel yang menantang adrenalin! - Pengunjung akan dibawa menyusuri sungai dengan perahu nelayan kecil dan bermuara ke laut lepas (cocok buat kamu yang punya nyali besar).

Yukk, explore Pacitan sekarang!

Wednesday, August 16, 2017

Melihat Kota Sorong dari Atas Pagoda (Vihara Buddha Jayanti)

Kota Sorong merupakan gerbang menuju kawasan Raja Ampat, Papua, Indonesia. Kota ini acap kali dijadikan tempat persinggahan sementara sebelum para traveler berangkat/kembali dari tour ke Raja Ampat dan Misool.

Kota Sorong sendiri merupakan kota kecil yang mudah dijangkau dengan menggunakan kendaraan umum (bemo). Saat jeda/istirahat dari trip baik ke Raja Ampat/Misool, kamu bisa mencoba untuk mengunjungi Pagoda Sorong ini.




Nama asli dari Pagoda Sorong adalah Vihara Buddha Jayanti. Letaknya di tepi jalan raya dan bisa dicapai dengan bemo (tarif bemo di Sorong sekitar Rp. 5.000 sekali jalan). Dari Pagoda ini, pengunjung bisa melihat Pelabuhan Sorong dan Kota Sorong dari atas. Pemandangannya cantik banget!

Setiap pengunjung hanya dikenakan biaya sebesar Rp. 10.000 - Rp. 20.000 untuk masuk ke Pagoda. Selain Pagoda, kamu juga wajib mengunjungi Tembok Berlin (pusat street food Kota Sorong) yang letaknya juga tak jauh dari Pagoda.

Sunday, August 06, 2017

Hati-hati Serangan Stroke!

Stroke bisa menyerang siapa saja dan kapan saja tanpa pandang usia dan derajat. Pengenalan gejala dini pada penderita stroke akan mengurangi dampak negatif dari serangan penyakit ini.

Tgl 26 Juli 2017 kemarin, papi saya mengeluh karena kaki kanannya terasa berat saat digerakkan. Beliau masih sempat pakai motor untuk pergi ke warung membeli makanan ringan dan setelah itu pergi ke Puskesmas (papi saya terdaftar sebagai peserta Askes) untuk memeriksakan keadaan kakinya.

Kata petugas Puskesmas, beliau didiagnosa terkena Asam Urat, diberi obat dan kemudian disuruh menunggu 5 hari lagi untuk kontrol kembali ke Puskesmas. Tapi ada yang janggal dari diagnosa petugas Puskesmas karena kata papi saya, petugasnya hanya menanyai ini itu tanpa menyentuh pasien sama sekali.

Sore harinya, mami saya melihat perubahan di wajah papi saya, agak menghitam dan layu. Kemudian beliau langsung mengajak papi saya untuk pergi ke dokter untuk pemeriksaan yang lebih akurat. Keluarga besar papi saya punya riwayat stroke dan kencing manis, makanya kami sepakat untuk tidak percaya diagnosa petugas Puskesmas begitu saja.

My lovely Mom and Dad

Mereka berdua berangkat ke dokter memakai motor. Papi saya dibonceng oleh mami saya, sama sekali tidak terpikirkan sebelumnya kalo papi saya benar-benar terkena penyakit yang serius. Sore itu saya tidak bisa mengantar papi karena ada kegiatan komsel dan latihan musik di gereja.

Sekitar pukul 21:30 WIB, mami menelpon saya untuk mengabarkan bahwa papi saya harus ngamar di rumah sakit saat itu juga karena stroke ringan. Sejujurnya saya agak kaget mendengar kabar ini, tapi saya berusaha tetap tenang dan tidak memberitahu teman-teman sekomsel saya untuk mencegah kepanikan dan kehebohan mereka. Akhirnya malam itu saya pulang dari gereja dengan menerobos hujan hingga sampai di rumah sakit.

Saya lihat papi saya sudah terbaring di tempat tidur pasien dengan selang oksigen di hidung dan infus di tangan kirinya. Well, it's not good enough. Tensi darah beliau mencapai 180 saat itu. Saya berbicara dengan mami beberapa saat dan kami sepakat untuk merahasiakan kondisi papi saya ini dari saudara, keluarga dan teman-teman sementara waktu agar papi saya bisa beristirahat total.

1. Memberi waktu kepada pasien stroke untuk beristirahat dengan tenang

Saya dan mami sengaja merahasiakan keadaan papi saya kepada orang-orang yang kami kenal dan mengenal papi selama 3 hari. Hal ini untuk mencegah orang-orang datang berkunjung untuk menengok keadaan papi saya dan menyebabkan beliau tidak bisa beristirahat karena terganggu dengan keberadaan orang-orang yang hilir mudik. Selama 3 hari itu, kami memberi kepercayaan 100% kepada dokter dan perawat untuk melakukan tugasnya dengan maksimal.

Baru setelah kondisi papi saya melewati masa kritisnya, kami mulai memberi kabar kepada saudara, keluarga dan teman-teman dan mempersilahkan mereka untuk datang menjenguk ke RS.

2. Dukungan terbesar dari keluarga

Orang sakit pasti membutuhkan dukungan semangat dan cinta dari orang-orang yang dikasihinya. Keluarga adalah orang-orang yang paling tepat untuk memberikannya.

Saya memboyong laptop dan modem saya ke rumah sakit demi bisa menjaga papi saya dari awal beliau masuk ke RS sampai pulangnya (sambil saya mengerjakan job-job dari klien). Saya yang menyuapi beliau makan, membantunya membersihkan kotoran tubuh (baik saat beliau buang air kecil/besar)...mami saya yang memandikan dan mengganti pakaian beliau, etc.

Puji Tuhan, baik saya dan mami tetap bisa bekerja dan beraktifitas normal dengan bergantian menjaga papi. Kemandirian kami dalam mengurus beliau dan mengurus hidup kami masing-masing, menjadi pemacu semangat buat papi saya untuk segera pulih dari stroke ringannya.

3. Hati yang gembira adalah obat

Orang yang terbiasa sehat, kadang kala akan menyangkali dirinya saat terpaksa/mendadak harus terbaring di RS tanpa boleh banyak gerak. Demikian juga papi saya. Di saat beliau kurang suka dengan rasa makanan RS yang hambar ato ingat bahwa kaki kanannya sulit digerakkan, beliau sering kali berkata, "Papi ini ndak sakit..."

"Iya...papi sehat kok, cuma perlu minum obat aja", itu jawaban saya ketika melihat papi saya mulai tertekan dengan keadaannya. Kadang saya bercanda dengan beliau agar beliau mengalihkan pikirannya bukan kepada sakitnya.

Hati yang gembira adalah obat. Saya selalu berusaha membuat hati beliau gembira sehingga perkembangan kesehatannya segera membaik.

Bersyukur, para perawat dan dokter di RS tempat papi dirawat juga ramah-ramah. Setiap pagi saat papi saya harus diperiksa tensi dan diambil darahnya untuk pemeriksaan gula darah, mereka melakukannya sambil guyonan juga sehingga membuat papi saya hanya perlu 6 hari saja di RS. Tgl 1 Agustus 2017, dokter sudah memperbolehkan papi pulang ke rumah karena kondisi tubuhnya sudah cukup baik untuk menjalani rawat jalan dan hanya perlu fisioterapi untuk memulihkan kaki kanannya yang masih agak sulit digerakkan.

4. Memulihkan kepercayaan diri pasien stroke

Setelah dokter mengizinkan papi pulang ke rumah, kaki kanan beliau masih belum bisa digerakkan secara normal. Saat hendak pulang, beliau terlihat PD sekali ingin berjalan sendiri namun akhirnya harus menyerah untuk di dorong dengan kursi roda karena ternyata kakinya masih lemah. Saya bisa membaca raut kekecewaan di wajah papi saya saat itu. Makanya saat sudah di rumah dan mami saya ingin membeli kruk (alat bantu jalan), kami membicarakannya baik-baik kepada papi.

Kami membiarkan papi mandiri dengan alat bantu jalannya yang baru. Itu cara kami untuk memulihkan rasa percaya diri beliau. Sekarang beliau sudah bisa jalan dari rumah ke pos ronda di depan gang dengan kruk tanpa bantuan siapapun (setelah 4 hari di rumah). Kemajuan yang pesat sekali...padahal jadwal kontrol ke dokter pertama kali pasca pulang dari RS baru Selasa depan.

5. Semua biaya RS pasien stroke gratis dengan Askes (BPJS)

Saya dan mami hampir tak percaya saat melihat tagihan RS papi ketika kami ada di bagian administrasi. Biaya ruang pasien kelas 1 di RSUD Darmayu Ponorogo (papi saya pensiunan pegawai Pertanian Golongan 4) selama 6 hari, biaya dokter syaraf terbaik di Ponorogo (Dr. Mutia Shinta), biaya obat-obatan dan biaya fisioterapi, semua gratis dengan Askes (BPJS). Uhui, kami bersyukur luar dalam! Terima kasih Pak Jokowi #Eh

Perbanyaklah olah raga, makan makanan sehat, cukup istirahat dan kenali riwayat penyakit diri dan keluarga, agar terhindar dari stroke. Semoga sharing saya ini berguna buat para pembaca. Halleluya, tetap semangat. GBU!

Wednesday, August 02, 2017

Orang yang Dapat Dipercaya

Saat kamu punya masalah, carilah orang-orang yang dewasa rohani, punya hati untuk mendengar dan juga bisa menjaga rahasia, sebagai tempat curhat.

Sebaliknya, jika ada orang lain yang menceritakan masalahnya padamu, jadilah orang yang bisa dipercaya dan bisa diandalkan olehnya.

Bisakan Anda dipercaya?

Jangan pernah menceritakan masalah seseorang di depan banyak orang tanpa seizin dia. Karena bisa jadi, kamu hanya menambah luka-luka dibatinnya.

Jika kamu sudah tidak mampu untuk menolongnya lagi, diam saja, doakan. Jangan biarkan perasaan kasihan menyetirmu ke arah tindakan-tindakan bodoh yang justru bisa memperburuk reputasimu di depan orang lain.

Kepercayaan itu seperti selembar kertas. Jika kertas diremas...bentuknya mungkin masih tetap, tapi rasanya sudah beda...ada bagian-bagian kasar bekas remasan.

Bijaklah dalam berpikir, bertindak dan bersikap. Belajarlah menghargai privacy orang lain agar kamu tidak jatuh tersandung.

"Orang yang dapat dipercaya mendapat banyak berkat" (Amsal 28:20a)

Saturday, July 15, 2017

Generasi Tua dan Generasi Muda

Keluarga saya berencana membuat kebun sayuran di rumah. Kami ingin bertanam bawang prei, lombok, terong, sawi, kangkung, dll dengan memanfaatkan kaleng-kaleng bekas dan polybag. Pagi itu terjadilah pembicaraan antara saya dan Papi saya...

Saya: "Pi, bawang prei sudah berhasil kutanam. Itu bibitnya dari sisa bonggol akar bawang prei yang dimasak Mami kemarin" (kata saya bangga)
Papi: "Kamu nanamnya ngawur. Asal-asalan..."
Saya: "Lho piye to? Tapi bawang prei-nya hidup kok. Sekarang udah numbuh tunas-tunasnya."
Papi: "Seharusnya nanam itu ada cara-caranya. Tanahnya dicampur pupuk NPK dulu sebelum ditanami sesuatu. Persentasenya 50:50."
Saya: "Aku nggak pake tanah biasa, Pi. Aku pake sekam (sisa pembakaran merang batu bata). Nanti aku buat kompos sendiri untuk pupuknya biar hasilnya sayuran organik, tanpa bahan kimia."
Papi: "Itu salah. Harusnya sesuai prosedur biar hasil tanamannya bagus."
Saya: "Papi kebanyakan teori ahh. Aku lho belajar dulu dari Internet sebelum nanam. Lagian tanamannya juga numbuh subur tanpa ngikuti prosedurnya Papi."

Bla...bla...bla...

Akhirnya pembicaraan itupun menjadi sedikit sengit. Papi saya yang notabene lulusan sekolah pertanian, menyebut saya tidak tahu apa-apa dalam hal bercocok tanam. Saya memang lulusan dari sekolah teknik. Tak pernah diajarkan cara nenanam sayur di kampus saya dulu. Tapi saya juga merasa bahwa hal bercocok tanam (dan hal apapaun juga) di era keterbukaan Internet seperti sekarang bukanlah hal yang sulit untuk dipelajari. Tinggal klik di Google, semua ilmu bisa diketahui oleh siapapun! Nggak perduli kamu lulusan apa, kamu bisa menjadi ahli dengan sendirinya di bidang lain jika kamu mau belajar dari Internet.

Generasi Tua dan Generasi Muda

Any way, memang sering terjadi kesenjangan antara generasi tua dan generasi muda dalam berbagai hal. Papi saya lahir di masa Internet belum ada. Wajar jika pola pikir Beliau sudah terbentuk teoritis dan menganggap bahwa ilmu yang didapatnya selama sekolah dulu harus diikuti secara rinci. Saya lahir di saat Internet sudah ada. Saya bisa belajar dari Internet kapanpun saya mau tanpa saya harus masuk sekolah dulu.

Generasi yang melek Internet cara berpikirnya cepat, karena informasi di dunia maya berubah setiap detik. Generasi yang tanpa Internet, pasti kelabakan mengikuti cara-cara hidup generasi yang melek Internet gini. Bahkan tak jarang terjadi saling judge di antara kedua generasi ini. Generasi melek Internet menganggap generasi yang lahir sebelumnya adalah generasi jadul, kaku dan kuno, sedangkan generasi tua-tua itu akan menganggap kita-kita ini makhluk-makhluk kemarin sore yang nggak tahu aturan, nggak tahu sopan santun dan tidak menghormati orang tua yang sudah makan asam dan garam kehidupan lebih dulu. What's the heaven...

Bagaimana menjembatani kesenjangan antara generasi tua dan generasi muda? Kuncinya hanya satu, yaitu saling menghormati dan menghargai.

Yang muda harus menghormati yang tua, ini adalah suatu kemutlakan. Tapi yang tua juga harus menghargai yang muda, karena bisa jadi mereka lebih tahu kebenaran saat ini daripada yang tua. Tidak semua ilmu dari masa lalu itu mutlak benar. Dunia selalu bergerak dan dalam pergerakannya pasti ada perubahan-perubahan. Ilmu pun banyak yang menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman.

Jika generasi tua sedang berbicara, dengarkan saja...ya, diam dan dengarkan saja mereka berbicara. Jangan dibantah, nggak perlu diinterupsi, nanti mereka tambah marah. Ambil ilmu-ilmu yang baik dari mereka dan buang yang sudah tidak sesuai dengan zamanmu.

Untuk para generasi tua, berilah waktu yang luas untuk yang muda-muda berkreasi. Tugas Anda adalah menjadi pengawas. Jika mereka gagal/salah langkah, bawa mereka kembali ke jalan yang benar. Tak perlu terlalu kaku dan memaksakan sesuatu yang Anda tahu dulu untuk mereka sekarang. Dulu dan sekarang sudah beda waktu. Biarkan anak-anak muda berekspresi sesuai usia mereka saat ini, izinkan mereka 'membuat' kesalahan dan kegagalan agar mereka belajar darinya.

Selalu mengawasi dan mengekang anak-anak muda dengan banyak aturan dan perintah hanya akan membuat Anda sendiri lelah dan membuat mereka kerdil. Lepaskan...berikan kepercayaan penuh kepada yang muda-muda untuk berkarya tanpa rasa takut ini itu. Anak-anak muda zaman sekarang bisa belajar sendiri dengan cepat. Percaya deh. Yang Anda perlu hanyalah mengarahkan mereka untuk belajar di tempat yang benar, bukan membuat aturan-aturan atau perintah-perintah yang terilhami oleh kehidupan Anda di masa lalu.

We're different so let us different! Perbedaan antara generasi tua dan generasi muda seharusnya seperti tuts hitam dan putih di sebuah piano. Ketika tuts hitam dan putih dimainkan, keduanya menjadi rangkaian nada-nada yang membentuk sebuah lagu. Perbedaan dan kesenjangan yang ada antara kedua generasi bukan untuk diperdebatkan dan dicari siapa yang lebih unggul, bukan juga untuk dicampur-adukkan...tapi untuk disandingkan demi terciptanya sebuah harmoni dan kerjasama yang apik.

"Hai anak-anak, taatilah orang tuamu dalam segala hal, karena itulah yang indah di dalam Tuhan. Hai bapa-bapa, janganlah sakiti hati anakmu, supaya jangan tawar hatinya." (Kolose 3:20-21)

Friday, July 14, 2017

Mural-mural Cantik di Jembatan Suroboyo Kenjeran

Daerah Kenjeran, Bulak, Surabaya kian berbenah diri menjadi kawasan yang cantik, bersih dan warna-warni.

Selain atraksi air mancur menari yang bisa dinikmati gratis oleh pengunjung setiap hari Sabtu pukul 20:00 - 20:30 WIB di Jembatan Suroboyo, pengunjung juga bisa menikmati cantiknya mural-mural (lukisan dinding) di sekitar kawasan jembatan yang baru diresmikan sekitar bulan Juli 2016 ini.

Mural-mural ini kebanyakan bertemakan laut, ajakan untuk menjaga kebersihan dan juga ada lukisan Ibu Tri Rismaharini yang merupakan Walikota Surabaya saat ini. Tak jarang saya melihat beberapa pengunjung berhenti sejenak dan ber-selfie ria dengan latar belakang mural.



Tak jauh dari Jembatan Suroboyo, kamu juga bisa berwisata ke destinasi-destinasi baru di Kenjeran yaitu Taman Suroboyo dan Sentra Ikan Bulak.

Taman Suroboyo merupakan area bermain yang dibangun dekat dengan Kampung Bulak (kampung nelayan) yang sedang dirintis untuk menjadi kampung warna-warni seperti Kampung Jodipan Malang. Nah, di Taman Suroboyo ini pengunjung bisa menyewa perahu nelayan jika ingin berputar-putar dan menikmati Pantai Kenjeran.

Persis di depan Taman Suroboyo ada Sentra Ikan Bulak yang merupakan tempat jual beli berbagai olahan ikan. Kamu bisa menemukan berbagai kerupuk ikan, aneka ikan dan udang segar, juga bisa naik ke lantai dua dan memesan aneka masakan seafood dan masakan khas Surabaya dengan harga terjangkau seperti Lontong Kupang, Lontong Balap, etc.

Jembatan Suroboyo, Taman Suroboyo dan Sentra Ikan Bulak ini bisa dijangkau dengan mudah menggunakan angkutan umum. Ada lyn T2, JMK, R, etc yang lewat depan/berhenti dekat dengan tempat-tempat wisata ini.