Wednesday, October 18, 2017

Never Stop Dreaming and Be An Independent Woman Whatever You Are

Hari ini plafon dan listrik sudah terpasang di rumah baru saya. Praise The Lord God...




Setiap jengkal kemajuan dalam pembangunan rumah kecil ini, selalu mengingatkan saya untuk never stop dreaming and be an independent woman whatever you are.

Banyak wanita yang berhenti mengejar passion-nya saat mereka menginjak usia 20 tahun dan beralih mengejar pria untuk dipacari dan berharap dinikahi.

But me, I am not like that. I ever prayed to my God and said to Him, "Izinkan saya mengejar mimpi saya dan menjadi teladan untuk para wanita tentang bagaimana cara hidup yang benar didalam iman sebelum saya menikah"

And this is it... This is my life, my passion and my dream.

Menjadi wanita tak harus melulu bergantung pada pria. Rasa aman bukan berasal dari status pernikahan dan gelar nyonya. Wanita single berapapun usianya, dia tetap utuh dan berharga buat Tuhan.

Dunia boleh mencapmu sebagai perawan tua, melebelimu sebagai wanita gak laku-laku...tapi yang menentukan hidupmu adalah kamu dan Tuhan. Bukan cibiran orang.

I live up my life to the fullest!

I bought everything that I need, I travel around, I do what I want to do. Saya gak pernah terancam dengan umur, keriput atopun pendapat orang lain. I proud to be who I am!

Pria terhormat pasti akan mencari wanita berkualitas. Jadilah wanita yang berkualitas dulu dan kamu tak perlu banyak gaya untuk menjerat pria untuk menjadi pendampingmu. Dia yang akan datang sendiri mencarimu.

So women, just be happy and be the real you! Jangan batasi hidup dan mimpimu hanya karena kamu kepengen nikah. Enjoy your life. Kejar mimpimu meski tak ada pangeran tampan yang melirikmu saat ini.

Don't worry about your relationship zone. God knows what the best for you and He still writing your love story now. Be patient... Make your future husband proud to have you, as an independent wife, not just a beautiful woman.

Monday, October 16, 2017

Bangsring Underwater Banyuwangi; Semua Orang Bisa Memberi Makan Ikan, Snorkeling dan Berenang dengan Hiu Disini!

Banyuwangi mempunyai potensi wisata yang luar biasa. Mulai dari gunung, pantai, budaya sampai bawah laut...hampir semuanya tergarap dengan sempurna.

Pantai Bangsring merupakan spot terasyik untuk para pecinta pemandangan bawah laut. Disini, kamu bisa bermain di tepi pantai yang indah dengan latar belakang selat Bali, bisa melakukan olah raga kayak keliling pantai, memberi makan ikan-ikan, snorkeling dan berenang dengan hiu!




Tiket masuk ke Pantai Bangsring hanya Rp. 1.000. Biaya parkir kendaraan roda dua Rp. 2.000. Kapal penyeberangan ke Rumah Apung PP Rp. 5.000. Sewa alat snorkle sekitar Rp. 25.000.

Kapal penyeberangan ke Rumah Apung melayani setiap pengunjung tanpa henti dan tanpa batasan. Meski kamu hanya sendirian, kapal akan tetap berangkat untuk mengantarkanmu ke Rumah Apung. Keren bukan?

Di Rumah Apung Pantai Bangsring ini, kamu bisa membeli roti untuk pakan ikan-ikan, ber-snorkeling ria dan berenang dengan hiu-hiu. Pemandangan bawah lautnya luar biasa indah. Ribuan ikan-ikan dibiarkan hidup dan berkeliaran bebas di pantai ini. Mereka akan muncul dengan segera setiap pengunjung melemparkan remahan-remahan roti ke laut.

Buat kamu yang berani, kamu juga bisa berenang bersama hiu-hiu. Jangan kuatir, hiu-hiu itu sudah jinak kok. Banyak pengunjung yang memakai spot ini untuk berfoto selfie dengan para hiu.

Pantai Bangsring ini juga merupakan pintu gerbang menuju Pulau Tabuhan dan Pulau Menjangan. Sudah banyak jasa kapal penyeberangan menuju kedua pulau ini dengan harga yang terjangkau. Kalo berniat ke Pulau Tabuhan dan Pulau Menjangan, lebih baik membawa rombongan agar biaya sewa kapal bisa ditangguh bersama-sama (jatuhnya lebih murah daripada sendirian). Sewa kapal untuk ke Pulau Tabuhan dan Pulau Menjangan dari Pantai Bangsring berkisar Rp. 500.000/kapal (tergantung besar/kecilnya ukuran kapal).

Di sekitar Pantai Bangsring sudah banyak warung-warung makanan dan toko-toko yang menjual pakaian renang/pakaian ganti jika kamu lupa membawa pakaian cadangan untuk acara basah-basahan (bermain di pantai/snorkeling). Kamar mandi dan toilet pun sangat memadai jumlahnya. Well, saya betah berwisata di pantai ini. Would like to come back here again next time hahaha...

Saturday, October 14, 2017

Pantai Cemara, Pantai dengan Cemara Udang Terluas di Banyuwangi

Pantai-pantai di Banyuwangi bagian Utara sebenarnya tergolong 'biasa' buat saya. Saya sudah kenyang menjelajahi pantai-pantai di Pacitan yang kebanyakan berpasir putih dan masih sangat alami, jadi ekspektasi saya tentang pantai termasuk tinggi (uhuk-uhuk). Tapi Pantai Cemara Banyuwangi ini tergolong unik di mata saya...




Kurang lebih 2,5 hektar lahan di Pantai Cemara disulap menjadi hutan Cemara Udang yang sangat rindang, hijau dan menyejukkan mata. Inilah keistimewaan Pantai cemara yang membuat saya takjub sekaligus angkat jempol 4! (2 jempol pinjem tetangga hahaha).

Tiket masuk ke Pantai Cemara termasuk murah. Hanya dengan membayar Rp. 2.000/orang dan parkir roda dua Rp. 2.000, pengunjung sudah bisa ngadem di area pantai.

Di dalam Pantai Cemara ada 2 spot menarik yang juga wajib dikunjungi, yaitu Tempat Pembesaran & Edukasi Penyu dan Zona Inti Hutan Kota. Untuk memasuki kedua spot ini, pengunjung bisa berdonasi masing-masing Rp. 2.000 saja kok. Yah, itung-itung berwisata sambil belajar dan ikut mendukung program pelestarian lingkungan gitu deh (donasi yang terkumpul akan dimanfaatkan untuk beli pakan penyu dan pembibitan pohon Cemara Udang).

Oh ya, Zona Inti Hutan Kota adalah tempat untuk bertelur penyu. Jadi tidak sembarangan tempat bisa kamu injak. Hanya lorong yang sudah dibuat track-nya (ada penanda bola-bola dan payung-payung yang digantung diatas) yang boleh kamu telusuri. Selebihnya, jangan diinjak-injak ya. Siapa tahu ada sarang telurnya penyu disana. Zona Inti ini juga hanya dibuka saat weekend saja. Saat weekdays, Zona Inti tertutup untuk umum. Beruntung, saya bertemu dengan staff pengelola yang memberi saya sedikit waktu untuk berkeliaran di Zona Inti ini di Hari Senin hahaha.

Thursday, October 12, 2017

Pulau Santen, Pantai Syariah di Banyuwangi

Baru kali ini saya masuk ke Pantai Syariah...

Ada beberapa aturan yang harus ditaati sebelum kamu masuk ke pantai ini, diantara...kamu harus tahu dimana lokasi tempat kamu nge-pantai. Yeah, karena ini adalah Pantai Syariah, jadi pria dan wanita dipisah lokasinya gitu bo'.

Trus lagi, kamu harus pake pakaian yang sopan (bye-bye bikini hihihi).




Tiket masuk ke tempat-tempat wisata di Banyuwangi tergolong murah. Tiket masuk ke Pulau Santen ini cuma Rp. 3.000. Ditambah biaya parkir roda dua hanya Rp. 2.000 juga. Trus kamu bakal dapat 1 gelas teh Rio.

Hahaha seru deh berkeliling ke Pantai Syariah Pulau Santen ini...ya baru disini nih, ke pantai dapat minum.

Friday, September 22, 2017

Pantai Watu Bale, Pantai 'Rasa Gunung' di Pacitan

Pantai ini tak punya hamparan pasir seperti pantai-pantai pada umumnya. Pengunjung harus berjalan kaki mendaki sebuah bukit terlebih dulu untuk mendapatkan spot foto terbaik. Dari atas puncak bukit, kamu bisa melihat sebuah batu besar yang seakan-akan timbul dari dalam laut. Batu itulah yang disebut sebagai Watu Bale (mungkin karena bentuknya mirip bale-bale).

Belum ada tiket masuk ke pantai ini. Ada beberapa bangunan beratap ijuk di bukit yang bisa dipakai sebagai tempat berteduh, duduk-duduk santai dan mempercantik hasil foto-foto.




Ada sebuah warung sederhana yang menjual aneka makanan dan minuman ringan sebelum ke jalan pendakian bukit. Kamu bisa membeli makanan/minuman disitu, tapi harus tetap membawa sampah-sampahmu keluar dari Pantai Watu Bale ya...

Karena pantai ini belum dikelola dengan baik, belum ada tempat sampah yang memadai di sekitar pantai...maka di beberapa tempat banyak berserakan sampah-sampah plastik yang ditinggal oleh pengunjung tak bertanggung jawab. Jika kamu sempat, bawalah sampah-sampah plastik itu beserta sampah-sampahmu sendiri keluar dari area pantai agar keasrian tempat wisata yang keren ini tetap terjaga.

Pantai Watu Bale sendiri merupakan salah satu pantai di jajaran pantai-pantai sekitar JLS (Jalur Lintas Selatan). Pantai ini sejalur dengan Pantai Soge, Pantai Pidakan, Pantai Taman, Pantai Tawang dan sebagainya. Luangkan waktu yang cukup agar kamu bisa sekaligus meng-explore pantai-pantai lain yang sejalur dengan Watu Bale.

Wednesday, September 20, 2017

Menikmati Jajaran Perbukitan Berlatar Belakang Pantai dari Bukit Semar Pacitan

Jika kamu bosan meng-explore goa dan pantai-pantai di Pacitan, inilah saatnya kamu meng-explore bukit-bukit Pacitan yang tak kalah keren!

Yes, Pacitan memang tak pernah habis men...

Minggu lalu saya jalan-jalan ke Bukit Semar Pacitan. Lokasinya ada di Desa Ponggok, Pacitan. Akses jalan menuju Bukit Semar termasuk mudah dilalui dengan kendaraan roda dua meskipun ada beberapa ruas jalan yang terkelupas aspalnya dan ada pula yang hanya berupa jalan rabatan (belum teraspal, namun sudah dicor di bagian kiri - kanan sisi jalan).

Belum ada tiket masuk ke Bukit Semar. Pengunjung harus berjalan kaki dari tempat parkir kendaraan sampai ke Puncak Bukit Semar. Dari puncak bukit, kamu bisa melihat jajaran perbukitan dengan latar belakang Pantai Teleng Ria. Wow, amazing!




Saya merekomendasikan kamu untuk mengunjungi bukit ini saat penghujung musim hujan tiba (sebelum memasuki musim kemarau) agar kamu bisa mendapatkan pemandangan perbukitan yang sedang menghijau total.

Saat saya berkunjung kesini kemarin, sudah masuk musim kemarau panjang, jadi pemandangan di area perbukitannya terlihat agak gersang karena pohon-pohon sedang meranggas.

Friday, September 15, 2017

Wanita Lajang yang Mandiri Itu ISTIMEWA!

"I'm a princess not because I have a prince but because my Father is a King."

Sebagai seseorang yang terlahir sebagai wanita, saya sering kali menghadapi kenyataan bahwa tidak semua hal bisa saya lakukan dengan bebas meskipun era emansipasi sudah ada dan berkembang di bumi Indonesia. Tetap saja ada pakem-pakem/aturan-aturan tak tertulis yang beredar di masyarakat dan membuat langkah-langkah seorang wanita menjadi terbatas.

Saat saya berusia 21 tahun (selesai baptis selam), saya memperbarui komitmen saya di hadapan Tuhan. Saya rindu hidup saya 'tidak berjalan normal' seperti layaknya perempuan lainnya  (bayi - anak-anak - remaja - sekolah - dewasa - kerja - lalu menikah - punya anak - tua - dan mati), tapi saya ingin hidup saya punya banyak hal yang nantinya bisa menjadi kesaksian dan teladan bagi anak-anak muda khususnya para gadis di masa depan.

Yeah, I'm really not a normal girl!

Saat para gadis seusia saya saat itu sibuk pacaran/mencari pasangan hidup, saya sibuk mencari cara agar saya bisa mendapatkan pekerjaan yang bisa dikerjakan di rumah, agar nantinya saya punya banyak waktu untuk mengurus keluarga dan melayani pekerjaan Tuhan.

Proses untuk mendapatkan pekerjaan impian sayapun berlangsung tak mudah. Saya harus jatuh bangun beberapa kali sebelum akhirnya saya bisa menjadi seperti sekarang.

Saat saya berhasil mandiri dengan pekerjaan saya sebagai freelancer, saya juga jatuh cinta dengan kegiatan solo traveling baik ke Indonesia dan ke bangsa-bangsa. Saya suka bertualang ke hutan, ke sungai, ke gunung dan ke bawah laut.

Di saat kebanyakan wanita sudah tak bisa bebas bepergian sendirian karena ada suami dan anak, saya masih betah melajang dan bahagia hahaha.

Beberapa teman seusia saya sekarang yang masih lajang, mulai terjangkit penyakit panik - takut dicap 'nggak laku' atau 'perawan tua' oleh masyarakat. Ada teman-teman saya yang akhirnya menikah dengan pria yang tidak kenal Yesus (tidak seagama), menikah dengan 'yang penting' pria dan asal bisa menyandang status 'nyonya'. Ada yang sibuk ikut perjodohan sana-sini dan tebar pesona kepada setiap pria-pria yang ditemuinya (pria berprospek). Ada pula yang akhirnya menarik diri dari lingkungan sosial (berhenti pelayanan dari gereja/jarang aktif lagi ke persekutuan doa ataupun pertemuan dengan komunitas lainnya karena malu ditanya kenapa nggak nikah-nikah).

Well, banyak wanita di dunia ini yang usianya diatas 30 tahun, hidupnya mulai terasing dan tak bisa menikmati waktu-waktu yang ada karena status lajangnya.

Jujur, saya juga rindu menikah sesegera mungkin. Tapi apa boleh buat, kenyataan justru menunjukkan hal yang tidak sesuai dengan keinginan daging saya. Hari ini usia saya 35 tahun (menjelang 36 tahun di bulan November 2017 nanti) dan saya juga masih tetap saja lajang hehehe.

Saya tidak bisa 'memaksa' Tuhan untuk menghadirkan pangeran impian ke depan saya di waktu yang saya inginkan, jadi saya memilih untuk menikmati hari-hari lajang saya dan mengisinya dengan segala sesuatu yang positif. Inilah cara saya mencintai hidup dan merangkul masa depan saya!

Meskipun keluarga saya dan orang-orang sekitar mulai mempertanyakan "Kapan nikah?", saya tetap berusaha untuk tidak terpengaruh dengan keadaan. Saya tidak ingin asal menikah. Saya punya visi dan misi sendiri dalam pernikahan saya nanti. Saya rindu, jika Tuhan memberi saya anugerah pernikahan, saya ingin melayani Tuhan dengan suami dan anak-anak saya. Makanya saya tidak berusaha mengejar pria-pria berprospek tapi saya berdoa sungguh-sungguh agar Tuhan mempertemukan saya dengan pria yang takut Tuhan dan punya visi & misi melayani Dia.

Memang sih rasanya sangat menyiksa ketika semua mata mulai memandang saya aneh dan menyelidik alasan kenapa saya masih tetap saja melajang di usia yang tak lagi muda ini. But I don't care about them. I have my own vision and I am fighting for it now. Orang lain boleh berkomentar apa saja tentang saya tapi yang menentukan hidup saya adalah pilihan saya sendiri dan Tuhan bukan?

Saya mengalihkan kegalauan hati saya ke arah yang Tuhan kehendaki. Daripada mengasihani diri karena tak ada pangeran yang datang mendekat (ahaiii, sebenarnya sih banyak yang mendekat dan melamar, tapi saya belum menemukan si dia yang punya visi dan misi yang sejalan dengan visi dan misi hidup saya, jadi saya belum tergerak untuk bilang, "Yes, I do" hihihi), saya lebih suka mengimani ayat-ayat Alkitab ini...

1 Korintus 7:32a, 34b, "Aku ingin, supaya kamu hidup tanpa kekuatiran...Perempuan yang tidak bersuami dan anak-anak gadis memusatkan perhatian mereka pada perkara Tuhan, supaya tubuh dan jiwa mereka kudus."

Yes, saya menggunakan waktu lajang saya untuk melayani di gereja tempat saya berjemaat (meski saya bukanlah orang penting disana, cuma sekedar singer dan cheerleader di bagian pemuda hehehe), untuk traveling dan terus menggali dan mengembang potensi diri saya sebagai Wanita Amsal 31:10-31.

Setiap kali rasa kesepian/gundah karena status lajang (yang tak kunjung berakhir) itu datang menyapa, saya berdoa agar Tuhan menjaga saya dari hal-hal yang mendukakan hati-Nya. Puji Tuhan, Dia selalu setia menemani saat-saat sulit saya sampai detik ini.


Calon gubuknya Enjie :)

Beberapa bulan lalu, Tuhan memberkati saya dengan rumah baru. Wow, itu sama sekali tak pernah saya pikirkan sebelumnya! Saya wanita lajang, bekerja hanya sebagai freelancer, tapi pada akhirnya Tuhan memberikan kepercayaan saya untuk mengelola mobil dan rumah hasil keringat saya sendiri. Itu amazing rasanya! Di saat wanita-wanita lain lebih berharap dihidupi oleh pria-pria impiannya, Angelina Kusuma bisa hidup mandiri. Ah, semua itu bisa terjadi hanya karena kasih karunia dari Tuhan semata-mata.

Saya berharap bahwa setiap gadis dan wanita-wanita diluar sana yang saat ini masih bergumul tentang pasangan hidup seperti saya, tetap bisa menikmati hidupnya secara maksimal meski dengan ketiadaan pasangan disisinya. Hidup ini terlalu singkat untuk dilewati dengan percuma. Pakai semua energimu untuk mengejar hal-hal yang positif sesuai kehendak Tuhan dan percayakan urusan hatimu kepada-Nya saja.

Jika kamu ingin melayani Tuhan, sekaranglah waktunya. Jika kamu ingin traveling, ya traveling-lah. Jika kamu ingin mengejar karir/berbisnis...lakukanlah saat ini juga.

Lepaskan energi lajangmu untuk membangun masa depan yang terbaik sesuai keinginanmu. Jangan gantungkan hidupmu dengan keberadaan pangeran/seseorang yang bisa kamu pegang. Nanti kamu bisa kecewa. Karena tak akan ada seorang manusiapun di dunia ini yang bisa membuat kamu bahagia. Bahagia itu tergantung dari pilihanmu sendiri.

Waktu lajang (berapapun usiamu saat ini) adalah waktu yang tepat untuk melayani Tuhan, meraih karir, membangun bisnis dan menyalurkan hobi-hobimu seperti traveling, bertualang dan lain sebagainya. Percayakan masa depanmu kepada Tuhan. Dia yang menciptakanmu, Dia tahu yang terbaik untukmu dan Dia pasti memenuhi segala kebutuhanmu (termasuk tentang pasangan hidup). Dia akan membawa pria yang sepadan dan seimbang kepadamu di saat yang tepat.

Jika kamu menginginkan pasangan hidup yang terbaik, tempalah dirimu menjadi yang terbaik lebih dulu. Wanita yang mandiri dan selalu hepi itu istimewa lho. Wanita-wanita seperti inilah yang dicari pria-prianya Tuhan. Bukan sekedar elok wajahnya, tapi juga cantik karakternya. So, buanglah galaumu dan mulailah mengisi hari-hari lajangmu dengan sukacita penuh yang dari Tuhan! God bless you every godly woman...

Thursday, September 14, 2017

Pembukaan Grebeg Suro & HUT Ponorogo ke 521 Tahun 2017

Rangkaian acara Grebeg Suro dan HUT Ponorogo ke 521 Tahun 2017 sudah resmi dibuka kemarin malam (12 September 2017) oleh Bupati Ponorogo Bpk. Ipong Muchlissoni di Panggung Utama Aloon-aloon Kota Reyog.

Acaranya sangat meriah, diisi dengan berbagai tari-tarian sampai kembang api. Tahun ini menjadi lebih istimewa bagi Kota Reyog karena acara Grebeg Suro dan HUT Ponorogo ke 521 dijadikan satu paket wisata.




Berikut adalah rangkaian acara Grebeg Suro dan HUT Ponorogo ke 521 Tahun 2017 yang masih berlangsung:

1. Festival Reyog Mini XV (12-14 September 2017) pukul 15.00-23.00 WIB di Panggung Utama Aloon-aloon Ponorogo.

2. Pameran Bonsai (12-20 September 2017) pukul 08.00-22.00 WIB di Blok Macan (depan Paseban Aloon-aloon Ponorogo).

3. Pameran Produk Unggulan (12-20 September 2017) pukul 08.00-22.00 WIB di Aloon-aloon Ponorogo.

4. Pameran Seni Rupa (12-20 September 2017) pukul 10.00-22.00 WIB di PCC (Ponorogo City Center Jl. Ir. Juanda).

5. Pameran Fotografi (12-20 September 2017) pukul 10.00-22.00 WIB di PCC (Ponorogo City Center Jl. Ir. Juanda).

6. Lomba Keagamaan (14 September 2017) pukul 08.00-22.00 di Kantor Kemenag.

7. Festival Nasional Reyog Ponorogo XXIV (15-19 September 2017) pukul 19.00-23.00 WIB di Panggung Utama Aloon-aloon Ponorogo.

8. Lomba Karawitan (16-17 September 2017) pukul 08.00-17.00 WIB di Pendopo Kabupaten (belakang Blok Macan Aloon-aloon Ponorogo).

9. Lomba Mocopat (16 September 2017) pukul 19.00-22.00 WIB di Pendopo Kabupaten (belakang Blok Macan Aloon-aloon Ponorogo).

10. Gowes Ponorogo MBA (17 September 2017) pukul 06.00 WIB-selesai di Taman Kota Jl. Pramuka.

11. Lomba Burung Perkutut (17 September 2017) pukul 08.00-17.00 WIB di Sinduro.

12. Ziarah Makam Bathoro Kathong (20 September 2017) pukul 06.00-selesai di Makam Setono.

13. Kirab Pusaka (20 September 2017) pukul 13.00-17.00 WIB dari Kota Lama ke Kota Tengah.

14. Tumpeng Purak (20 September 2017) pukul 16.00-17.00 di Paseban Aloon-aloon Ponorogo.

15. Penutupan (20 September 2017) pukul 19.00-22.00 WIB di Panggung Utama Aloon-aloon Ponorogo.

16. Pentas Musik (20 September 2017) pukul 19.00-24.00 WIB di Jalan Baru Ponorogo.

17. Ketoprak (20 September 2017) pukul 23.00-02.00 WIB di Panggung Utama Aloon-aloon Ponorogo.

18. Wayang Kulit (20 September 2017) pukul 21.00-04.00 WIB di Kota Baru dan Kota Lama.

19. Larungan Telaga Ngebel (21 September 2017) pukul 09.00-14.00 WIB di Telaga Ngebel.

20. Ruwatan Bumi Reyog (21 September 2017) pukul 19.00-04.00 di Kemiri Jenangan.

Saat acara pembukaan Grebeg Suro dan HUT Ponorogo ke 521 Tahun 2017 kemarin malam, pengunjung dikenakan HTM Rp. 8.000/orang untuk masuk ke Panggung Utama Aloon-aloon Ponorogo. Siapkan jaket yang tebal karena tempat duduk berada di lapangan terbuka dan angin malam cukup dingin & kencang.

Ponorogo merupakan kota kecil yang penduduknya ramah. Jadi jangan takut kesasar. Lagipula, tempat-tempat penyelenggaraan acara, kebanyakan terpusat di sekitar Aloon-aloon Ponorogo. Di sebelah Paseban juga telah didirikan Pusat Informasi bagi para turis asing/lokal yang ingin mengetahui segala sesuatu tentang Ponorogo. Kamu bisa mengunjungi stand informasi ini dan para petugas disana pasti akan membantumu dengan senang hati. Oh ya, di sebelah Paseban juga ada tempat khusus untuk para pengunjung yang perlu koneksi WiFi gratis.

Sekedar rujukan saja, acara-acara andalan dari Grebeg Suro di Ponorogo biasanya adalah:
- Festival Nasional Reyog Ponorogo
- Kirab Pusaka
- Tumpeng Purak
- Pembukaan/Penutupan
- Larungan Telaga Ngebel

Monggo sami pinarak dateng Ponorogo!