Saturday, December 31, 2016

Tips Mengembalikan Suara yang Hilang Akibat Flu

Bagi seorang anggota tim Praise and Worship gereja, suara merupakan aset penting yang harus dijaga. Karena hanya dengan suara yang baik, kita bisa menyanyi, bersorak dan memimpin jemaat untuk masuk ke hadirat Tuhan sehingga siap diisi dengan firman-Nya.

Pada ibadah dan perayaan Natal tgl 25 Desember kemarin, saya ditunjuk menjadi salah satu singer di tim PAW gereja. Karena kurang berhati-hati dalam menjaga kesehatan, saya terkena influenza yang akhirnya mengganggu kinerja pita suara saya.

Seminggu sebelum Natal, saya PP Ponorogo - Madiun sampai 3 kali. Pertama, saya mengantarkan buku teman saya ke kost kakaknya. Kedua, saya menghadiri perayaan Natal Youth Impact GBI Keluarga Allah Madiun bersama anak-anak youth gereja. Dan ketiga, saya pergi bersama kedua orang tua ke rumah budhe saya di Perumahan Bumi Antariksa. Nah, saat ke rumah budhe saya ini, kami sempat keluar makan Gado-gado di Warung Pak Tomo Jl. Biliton dan disitulah saya teledor memesan es jeruk (biasanya, kalo dalam keadaan ekstra ketat seperti ini saya hanya memesan minuman hangat bukan dingin).

2 hari sebelum Natal, anak-anak Yosua (nama komsel youth gereja saya) memutuskan untuk menampilkan sebuah lagu pujian pada saat acara Natal. Latihan sampai malam ditambah keesokan harinya saya sempat makan martabak goreng kiriman dari salah satu jemaat yang perduli dengan kegigihan anak-anak Yosua dalam berlatih, akhirnya membuat sistem kekebalan tubuh saya jebol. Puji Tuhan saya tidak sampai tergeletak, meskipun saya harus menyanyi dengan suara parau pada saat ibadah Natal gereja berlangsung.

Suara saya hilang total seusai Natal. 4 hari lamanya saya harus bertarung melawan virus influenza yang menguasai tubuh saya. Batuk, pilek, demam, pusing, tubuh saya pegal-pegal semua...wuih, pokoknya nggak enak. Saya hanya sempat keluar rumah agak lama hari Rabu untuk menghadiri perayaan Natal GPdI Ontorejo di Sasana Praja selama 4 jam dan setelah itu esok harinya saya kembali menggigil kedinginan karena demamnya kembali menyerang hahaha.

Saya tidak suka minum obat jika sakit flu. Banyak artikel di internet yang juga menegaskan bahwa influenza disebabkan oleh virus dan virus tidak bisa disembuhkan oleh obat apapun, kecuali oleh sistem kekebalan tubuh kita sendiri. Nah, saya akan berbagi tips untuk melawan influenza dan memulihkan suara yang hilang total melalui blog ini.

1. Tetap jogging di pagi hari

Sakit bisa membuat kita malas keluar rumah apalagi melakukan olah raga. Tapi saya membuang jauh-jauh kemalasan itu. Meski dengan tubuh yang sedikit lemah, saya tetap melakukan rutinitas jogging saya di pagi hari. Saya terbiasa melakukan jalan kaki selama 1 jam setelah Saat Teduh dan itu juga yang saya lakukan selama saya sakit flu.

2. Minum air putih sebanyak-banyaknya

Air putih merupakan cairan terbaik di dunia untuk menjaga kesehatan. Minumlah air putih lebih banyak saat flu, karena itu akan mempercepat pemulihan sistem kekebalan tubuhmu.

3. Minum Vitamin C 1000 mg

Vitamin C penting untuk sistem kekebalan tubuh juga. So, saya minum suplemen ini dengan dosis 1000 mg per hari.

4. Jeruk nipis dan kecap
Jeruk Nipis

Untuk mengurangi batuk yang menyiksa, saya menggunakan perasan jeruk nipis dan kecap. Ramuan herbal ini benar-benar mujarap untuk mengeluarkan dahak yang menyumbat tenggorokan saya!

5. Jahe panas
Jahe

Wedang jahe juga berguna untuk memulihkan suara yang parau dan membuat tenggorokan nyaman. Perbanyak minum minuman yang hangat/panas selama sakit flu.

6. Kencur
Kencur

Buat saya kencur adalah pertolongan pertama pada saat suara hilang. Serius lho, saya mengunyah beberapa kencur sebelum ibadah Natal dimulai dan hasilnya suara saya agak mendingan, meskipun tidak pulih total seperti sebelum sakit flu hahaha. Rasanya nggak enak sih. Tapi ya mau gimana lagi, pengen suara pulih cepat. Kalo nggak doyan mengunyah kencur mentah-mentah, beli aja jamu beras kencur...khasiatnya hampir sama.

7. Minum suplemen pereda panas dalam

Yeah, tenggorokan saya sakitnya super selama 4 hari sampai menelan saja susah. Saya juga minum suplemen pereda panas dalam untuk mengurangi sakit di tenggorokan saya.

8. Jauhi makanan yang digoreng

Makanan yang digoreng bisa memicu batuk. Selama masa pemulihan, jauhi makanan-makanan yang digoreng sementara waktu dan perbanyak makan sayur dan buah.

9. Menjaga kebersihan tubuh dan beristirahat yang cukup

Saat sakit flu, kita juga harus ekstra membersihkan tubuh terutama tangan yang biasanya dipakai untuk menutup mulut saat batuk atau membersihkan ingus di hidung. Mandi di siang hari atau mandi dengan air hangat bisa membantu menjaga kebersihan tubuh dan menjadi bugar kembali. Selain itu beristirahatlah yang cukup. Karena hanya dengan istirahat, tubuh akan lebih cepat memulihkan sistem kekebalannya.

10. Tersenyum dan bergembiralah

Hati yang gembira adalah obat yang manjur (Amsal 17:22)...ini adalah kunci kesembuhan dari segala penyakit hehehe. Tersenyum dan bergembiralah, maka influenza akan lari daripadamu! Amin?

Wednesday, December 21, 2016

Apalah arti uang Rp. 2000?

"Korannya mbak?" Seorang bapak-bapak bertopi dan berompi biru menghampiri saya dan keluarga ketika kami bangkit dari kursi di Warung Gado-gado Pak Tomo Madiun dan hendak membayar makanan kami.

"Tidak pak, terima kasih" Jawab saya singkat. Tapi rupanya si bapak-bapak itu tidak menyerah begitu saja. Saat saya melangkah ke pintu keluar, beliau mencegat saya disana.

"Kalo gitu majalah aja deh. Ada Majalah Nova juga kok?" Si bapak menunjukkan beberapa barang dagangan yang ada di keranjang sepedanya. Saya menggeleng pelan sambil berjalan ke mobil.

"Pi, coba beli satu koran bapak itu" Kata saya kepada Ayah saya.

"Hah, buat apa? Kita nggak pernah baca koran" Keluarga kami sudah akrab dengan internet setiap hari, jadi sudah jarang sekali membeli koran atau majalah edisi cetak.

"Kasihan Pi"

"Kalo semua orang kamu kasihani, jadi apa nanti?"

"Tapi dia lho bukan pengemis" Ibu dan Budhe saya ikut masuk ke mobil dan ketika Ibu saya mengulurkan uang Rp. 2000 untuk parkir kearah Ayah saya, Bapak-bapak itu menuntun sepedanya ke arah kami.

"Koran Pak, dua ribu saja" Beliau langsung menuju sisi jendela tempat Ayah saya.

"Iya deh Pak, sini korannya" Ayah saya mengulurkan uang Rp. 2000 yang sekiranya buat parkir kearah si Bapak penjual koran dan menerima Harian Pagi Surya darinya. Si Bapak penjual koran terlihat bahagia sekali. Setelah itu beliau mengayuh sepedanya kearah yang berlawanan dengan mobil kami.

Kejadian singkat ini membuat saya merenung di sepanjang perjalanan kami pulang. Begitu banyak orang di luar sana yang tetap gigih berjuang hanya demi uang Rp. 2000. Saya salut dengan si Bapak penjual koran itu. Beliau tetap bersemangat mencari uang meski usianya sudah menjelang senja dan tidak meminta-minta kepada orang lain. Saya menghargai orang-orang yang bekerja keras seperti ini.

Temans, yuk kita mulai perduli dengan kehidupan orang-orang seperti si Bapak penjual koran di depan Warung Pak Tomo Madiun itu. Belilah dagangan mereka meski kadang kamu tidak terlalu membutuhkannya. Harian Pagi Surya yang tadi siang kami beli dari si Bapak juga cuma sempat dilihat sekilas kok. Headline beritanya tentang Teror Truk Tabrak Pasar Natal di Berlin dan berita ini sudah saya baca di Kompas.com beberapa hari lalu. Tapi saya bersyukur, kami sempat membeli koran ini dari Bapak itu tadi. Apalah arti uang Rp. 2000? Buat kita, uang dua ribu mungkin tidak berarti banyak, tapi buat si Bapak penjual koran mungkin uang itu bisa dipakainya untuk makan bersama keluarganya selama sehari.

Media online dan media cetak

Masih banyak orang diluar sana yang tidak bisa bersaing dengan kemajuan teknologi. Si Bapak penjual koran itu salah satunya. Ditengah maraknya media online, beliau masih berjualan koran dan majalah cetak. Jika saya keluar kota, sebisa mungkin saya menggunakan kendaraan masal dan tidak memakai mobil pribadi. Ada banyak teman saya yang keheranan saat saya masih saja naik turun angkot dan bus ekonomi meski saya punya mobil. Why? Karena saya mau memberkati Bapak-bapak sopir itu juga. Bayangkan, bagaimana nasip keluarga mereka di rumah jika tidak ada lagi yang mau naik angkot dan bus ekonominya? Mereka mau hidup darimana?

Kalo kamu mampu membeli makanan di cafe, bisa nongkrong berlama-lama sambil ngopi di tempat yang cozy dan sanggup bepergian sampai ke luar negeri berkali-kali...masa sih tidak bisa berbagi dengan mereka yang di bawah?

Tuesday, December 20, 2016

Doa yang Tidak Bisa Ditolak Surga

Ilustrasi doa, "Dad, minta Mikhael satu dalam bentuk manusia dong..." Hihihi

Pernah nggak sih kamu berdoa tentang sesuatu tapi jawabannya nggak kunjung datang-datang juga? Kadang, karena bosan menunggu jawaban doa, lantas ada yang give up dan kemudian berhenti berdoa dan mencari jalan alternatif supaya apa yang diinginkannya cepat terwujud.

Pernah begitu?

Well, menunggu itu memang membosankan. Apalagi menunggu jawaban doa, sesuatu yang abstrak dan nggak bakalan ada yang tahu pasti kapan akan dijawab. Jawaban doa juga tidak hanya terletak dari seberapa yakin dan seberapa sering kita berdoa saja. Ada hal-hal lain yang harus kita bereskan dulu sebelum kita berani meminta sesuatu kepada Tuhan.

1. Orang yang benar

Yakobus 5:16, "...Doa orang yang benar, bila dengan yakin didoakan, sangat besar kuasanya."

Siapakah orang benar yang dimaksud oleh Om Yakobus di ayat ini? Pendeta atau hamba Tuhan? No, jawabannya bukan hanya Pendeta atau hamba Tuhan saja tapi semua orang yang melakukan perintah Tuhan tepat seperti yang telah difirmankan-Nya! Jadi kamu dan saya juga bisa termasuk golongan 'orang yang benar' dan doa kita berkuasa.

Menjadi orang yang benar di hadapan Tuhan harus berani bayar harga. Kita harus mengampuni dulu orang yang bersalah kepada kita (sehebat apapun salahnya), harus berani hidup dalam kekudusan (nggak boleh bergaul dengan sembarang orang, nggak boleh ngrokok, nggak boleh mabuk-mabukan, etc), harus belajar firman Tuhan setiap hari (lewat saat teduh, kotbah hari Minggu, etc), menjaga hati dan pikiran dari pesta pora...

Tanpa menjadi orang benar lebih dulu, doa-doa kita mungkin hanya jadi bahan tertawaan malaikat di Surga. Iya dong, kita aja nggak deket sama Tuhan kok berani-beraninya minta-minta sama Dia? Eh, siapa loe?

Menjadi orang benar bukan berarti orang tersebut tidak pernah berbuat dosa. Kita tahu bahwa setiap orang telah berdosa dan oleh karena kasih karunia Tuhan kita diselamatkan (Efesus 2:8). Orang benar itu adalah orang yang berani mengakui dosa-dosanya dan kemudian berbalik dari hidupnya yang lama dan mendekat kepada Allah. Jadi sebelum berdoa, bereskan dulu semua dosa, kesalahan dan hal-hal yang tidak berkenan di hadapan Tuhan...baru setelah itu, mintalah sesuatu kepada-Nya dengan rendah hati.

2. Ada di posisi yang benar

Mazmur 110:1, Demikianlah firman TUHAN kepada tuanku: "Duduklah di sebelah kanan-Ku, sampai Kubuat musuh-musuhmu menjadi tumpuan kakimu."

Pernah dengar istilah, 'The right man for the right place'? Prinsip doa ternyata juga begitu. Kita harus ada di posisi yang benar dulu agar doa kita dikabulkan oleh Tuhan. Duduk di sebelah kanan-Ku...kalo di sebelah kiri, berarti salah posisi! Kalo berdiri dan bukan duduk, berarti juga salah posisi!! Sisi 'kanan' merupakan lambang kebaikan atau kemuliaan dan 'duduk' merupakan sebuah aksi tanpa kegiatan yang berarti.

Tuhan kita adalah Tuhan Yang Dahsyat. Dia Ahli dalam membuat mukjizat. Dia tidak bisa dibatasi oleh tempat, waktu dan sebuah keadaan. Saat kita mampu menyenangkan hati-Nya (ada di sebelah kanan-Nya), Dia akan membuat musuh-musuh kita (doa dan pergumulan kita) datang sendiri mendapatkan kita dan kita tidak perlu melakukan apa-apa (hanya duduk saja). Tuhan ingin supaya kita ada di posisi yang benar ini agar kita tidak menjadi pongah setelah doa kita dikabulkan oleh-Nya. Karena hal pengabulan doa memang bukan karena siapa yang berdoa, tapi mutlak karena kasih karunia Tuhan semata. Apa yang kita dapatkan adalah anugerah dari-Nya, untuk kemuliaan-Nya dan bukan kemuliaan manusia.

Proses yang harus dijalani setiap manusia pasti berbeda-beda. Ada yang diuji dalam hal kekuarangan keuangan, diuji untuk mengampuni orang yang pernah menyakiti hati, diuji dalam hal komitmen pernikahan, diuji dengan kesendirian, diuji dengan lingkunan yang buruk, diuji dengan tempat yang terpencil, diuji dengan penyakit, etc. Dimanapun kita saat ini diuji, duduklah disana, disebelah kanan Tuhan. Nikmati setiap ujianmu sambil terus bersyukur dan melakukan segala sesuatu yang menyenangkan hati Tuhan. Setiap hal yang tidak berkenan di hadapan-Nya, segera bereskan. Jadilah orang yang benar bagi Tuhan.

Jika kedua hal ini sudah berhasil kita lalui, kita bisa dengan yakin dan percaya datang meminta sesuatu kepada Tuhan dan jawaban doa-doa kita pasti akan segera di approve oleh Dia.

Monday, December 19, 2016

Manusia Biasa yang Menghentikan Hujan

Belakangan ini, hujan selalu turun menjelang pukul 13:00 WIB di kota Ponorogo dan sekitarnya. Tapi tidak di hari Jumat lalu!

Kenapa?

Karena ada seorang raja sedang melakukan tugas kenegaraannya hahaha.

Hari Rabu, seorang teman mengirimkan pesan di WA dan meminta saya untuk mengantarkan buku miliknya ke kost kakaknya di Madiun. Sebenarnya saya sudah berencana ingin mengembalikan buku itu di hari Sabtu karena kebetulan saya juga harus ke Madiun hari itu untuk menghadiri undangan Ibadah Natal Youth Impact di GBI Keluarga Allah. Tapi karena kakak teman saya juga mengirim pesan yang sama di WA hari Kamis-nya, akhirnya saya putuskan untuk mengantarkan buku itu ke kost-nya esok harinya.

Demi mengembalikan buku ini, saya harus menghentikan hujan!

Hari Jumat pagi saat bersaat teduh, saya berdoa meminta cuaca cerah sepanjang hari itu karena saya harus naik motor dari Ponorogo ke Madiun. Repot kan kalo harus bersepeda motor selama satu jam dan kehujanan? Padahal saya harus ekstra jaga tubuh menjelang Natal ini karena ada banyak kegiatan dan jadwal pelayanan yang harus saya lakukan dengan tubuh fit.

Saya berangkat dari rumah pukul 12:45 WIB, mampir ke toko bakery langganan, membeli oleh-oleh untuk kakak teman saya, mengisi bensin then cuz menuju kota Madiun.

Ketika sampai di depan RSUD Dolopo, mendadak gerimis. Ah, hati saya sedikit kecewa. Ternyata doa saya nggak mempan kali ini, toh hujan turun juga. Saya menghentikan sepeda motor dan memakai jas hujan. Tiba-tiba ada bisikan di hati saya saat itu, "Kamu kok nggak percaya dengan apa yang kamu doakan sih?" Eh, bener juga ya...sambil kembali menjalankan sepeda motor, saya terus berkata, "Dalam nama Yesus, hujan berhenti!...Dalam nama Yesus, aku perintahkan kau hujan untuk pergi ke tempat yang membutuhkan air..." And finally, si hujan nggak jadi turun juga sampai saya tiba di Madiun, ketemu kakaknya teman saya dan sampai saya balik ke Ponorogo lagi. Halleluya!

Yakobus 5:17, Elia adalah manusia biasa sama seperti kita, dan ia telah bersungguh-sungguh berdoa, supaya hujan jangan turun, dan hujanpun tidak turun di bumi selama tiga tahun dan enam bulan.

Elia adalah manusia biasa sama seperti Angelina Kusuma. Kalo Om Elia bisa menghentikan hujan, berarti Angelina Kusuma bisa juga dong! Saya tidak minta supaya hujan tidak turun selama tiga tahun enam bulan seperti yang Om Elia doakan, saya hanya minta supaya hujan tidak turun selama saya dalam perjalanan Ponorogo-Madiun aja sih. Dan itu pula yang terjadi! *Hari Sabtu dan Minggu kota Ponorogo dan sekitarnya kembali diguyur hujan seperti biasa. Bahkan pagi ini (Senin) saat saya menulis artikel ini, cuaca di luar sedang mendung tebal.

Saat saya duduk bersama kakak teman saya dan bercerita, dia sempat terheran-heran karena hari itu cuaca cerah sekali padahal beberapa hari sebelumnya hujan selalu turun dengan derasnya. Saya langsung nyeletuk, "Hari ini nggak akan hujan kok mbak, karena saya sudah minta agar hujan tidak turun tadi pagi." Ops, saya melihat wajah si embak yang melongo ke arah saya hahaha *Kayaknya saya terlalu ekstrim buat dia ato dia menganggap saya hanya bercanda waktu itu. Tapi saya serius dengan perkataan saya lho. Apa yang keluar dari mulut orang percaya itu mengandung kuasa. Bukankah ada ayat juga di Matius 21:22, Dan apa saja yang kamu minta dalam doa dengan penuh kepercayaan, kamu akan menerimanya.

Saya sering melakukan praktek iman. Saya sudah bukan anak kecil lagi yang selalu minta ini itu sama Tuhan, tapi saya pakai firman-Nya untuk memproklamasikan iman saya. Klaim janji Tuhan, perkatakan firman-Nya, nyatakan imanmu kepada-Nya...kamu juga bisa melakukan apa yang Yesus lakukan karena kuasa itu sudah diberikan-Nya kepadamu!

Jangan sedikit-sedikit berdoa minta kesembuhan dari Tuhan, minta berkat, minta perlindungan, minta penjagaan, minta ini...minta itu...tapi rubah doamu menjadi perkataan profetik. Katakan, "Terima kasih Tuhan atas kesembuhan...", "Terima kasih atas berkat-Mu yang melimpah...", "Terima kasih atas perlindungan-Mu..." etc. Meski kenyataan belum sesuai dengan perkataanmu, tapi apa yang kamu 'lihat' dengan iman itu akan membangkitkan semangat dan mengubah sesuatu. You're the warrior of God, jangan loyo! Pergunakan kuasamu untuk kemuliaan Rajamu!

Tuesday, December 13, 2016

You excel them all

"...you excel them all" (Proverbs 31:29)

God created you to be more than a conqueror. Live out your destiny!

Ask God to do His will not yours

"We are sure that [God] hears us if we ask Him for anything that is according to His will" (1 John 5:14 TEV).

God knows what's best, and you don't. So, ask God to do His will not yours.

Walk on the water

Jesus said, "Come!" So Peter got out of the boat and walked on the water toward Jesus - Matthew 14:29

Don't stay in the boat when God's calling you to step out on the water. When we believe in Jesus we will do greater works than He did.

Monday, December 12, 2016

Gagal Itu Tidak Ada!

Ketika saya harus kembali lagi ke Ponorogo setelah 'gagal' di Jakarta, dunia saya seakan runtuh. Hilang sudah semua harapan, impian dan cita-cita saya untuk menjadi bagian orang sukses di kota itu.

Saya sakit! Bukan hanya tubuh saya yang sakit terkena TBC (ini alasan utama kenapa saya harus hengkang dari ibu kota itu), tapi jiwa saya juga sakit! Remuk redam rasanya. Apa yang bisa saya andalkan di kota sekecil Ponorogo?

Saya lulusan Politeknik Perkapalan. Sementara di Ponorogo nggak ada laut dan nggak ada perusahaan kapal. Bagaimana saya bisa mencari uang? Bayangan masa depan suram sudah tentu menjadi mimpi buruk saya setiap malam.

Foto ketika saya sakit TBC di Cilincing, Jakarta Utara dan buku wisuda ITS tahun 2002. Saya adalah lulusan no. 4 dari 38 mahasiswa dengan IPK Sangat Memuaskan

3 bulan lamanya saya mengalami 'koma' rohani. Hidup segan, mati tak mau. Usaha saya untuk mencari pekerjaan baru di Surabaya pun mental semua. Badan saya habis, uang saya habis, kepercayaan diri saya pun nyaris habis. Tapi puji Tuhan, akhirnya saya bisa melewati segala ujian di tahun 2005 itu dan masih bisa tegak berdiri sampai hari ini.

1. Usaha Warnet

Setelah semua surat lamaran saya ke Surabaya tak berhasil, orang tua saya berbelas kasihan memberikan modal ke saya untuk mendirikan sebuah warnet. Dengan 10 unit komputer, akhirnya saya pun berusaha mulai menata hidup dari nol sebagai pengusaha warnet.

Tantangan demi tantangan belum berhenti menguji saya dan keluarga. Persaingan warnet semakin tak sehat dengan bermunculannya banyak warnet-warnet baru di Ponorogo. Rumah keluarga saya di kota disita bank karena keluarga saya tidak mampu membayar kredit bank. Sertifikat rumah itu dipakai orang tua saya untuk mendapatkan modal untuk warnet. Saya terpukul untuk kedua kalinya karena masalah ini. Sebagai anak pertama dari dua bersaudara, rasanya saya tidak bisa menjadi tulang punggung keluarga seperti sebagaimana seharusnya. Warnet pun terpaksa pindah lokasi dari kota ke desa karena si pemilik tempat menuntut kenaikan biaya sewa setelah 2 tahun kami disana dan kami tidak bisa menjangkaunya lagi.

2. Penulis lepas

Tulisan saya yang dimuat di GFresh tahun 2009. Tulisan aslinya disini

Tulisan saya yang dimuat di GFresh tahun 2008. Tulisan aslinya disini

Saya bersyukur mempunyai talenta menulis. Sebenarnya saya sudah menjadi penulis lepas sejak saya duduk di bangku SMU. Tapi talenta saya berhenti menghasilkan uang ketika saya kuliah dan bekerja di Jakarta. Kuliah di bidang teknik yang lebih mengedepankan kemampuan analisa otak dan angka-angka membuat kemampuan menulis saya berhenti sesaat. Saya bisa lulus dari fakultas saya dengan IPK memuaskan 3,32. Tapi selama saya kuliah dan bekerja sebagai engineer di Jakarta, saya juga berhenti menulis. Bersyukur kemampuan saya dalam hal tulis-menulis bisa kembali lagi setibanya saya di Ponorogo. Saya sempat menulis artikel-artikel rohani untuk beberapa majalah Kristen dan juga membuat blog pribadi. Tapi penghasilan saya sebagai penulis lepas saat itu tidaklah besar sehingga saya masih harus terus mempertahankan warnet sambil menulis.

3. SEO expert

Setelah warnet saya pindah dari kota ke desa Sumoroto, saya mulai belajar tentang SEO. Saya masuk ke dunia ini setelah adik saya mengenalkan saya ke sebuah situs pekerja online yang ada di internet. Setiap job dibayar mulai dari $0,01. Saya mengerjakan setiap job sambil jaga warnet sampai penghasilan saya sebulan bisa mencapai $100. Perjalanan saya masih sering terganjal dan menemui banyak rintangan. Saat saya berusaha keras menjadi SEO expert, saya mengalami kecelakaan motor dan terjangkit demam berdarah dalam kurun waktu 2 bulan. Warnet benar-benar terpaksa saya tutup karena saya harus wira-wiri ke rumah sakit berkali-kali dan kondisi tubuh yang lemah. Meski kesehatan saya menurun drastis, tawaran job dari klien-klien besar justru berdatangan. Suatu hari, ada bule yang 'memaksa' saya bekerja padanya dengan bayaran $300/bulan dan itu membuat saya yakin untuk bekerja secara profesional sebagai SEO expert dan menutup warnet saya secara total karena pendapatan saya sudah lebih daripada cukup untuk hidup sehari-hari.

4. Bekerja di rumah

Setelah kontrak warnet di Sumoroto selesai, keluarga saya pindah ke rumah warisan nenek saya di desa Blembem. Karena rumah keluarga saya sekarang tidak terjangkau oleh jaringan telpon, kami harus membangun tiang setinggi 4 meter agar bisa nembak koneksi dari sebuah provider internet. But, it's okay...yang penting saya bisa bekerja dari rumah hehehe. Pemulihan dalam hal ekonomi terus berlangsung sampai hari ini. Praise God, akhirnya saya bisa membeli mobil sendiri, bisa berinvestasi dan menabung untuk masa depan dan juga berlibur ke beberapa kota di Indonesia dan luar negeri (Malaysia, Singapura dan Jepang). Semua hanya karena kasih karunia Tuhan Yesus yang begitu baik kepada saya. Halleluya!

Saturday, December 10, 2016

Mempersiapkan Warisan

Setiap manusia pasti akan mati. Warisan apa yang akan kau tinggal untuk generasi yang masih hidup ketika nafasmu telah dihentikan oleh Tuhan?

3 bulan terakhir ini saya sibuk mempersiapkan warisan! Ya, saya sadar bahwa saya tidak akan hidup selamanya di bumi ini, makanya saya getol membangun sesuatu yang bisa dinikmati generasi yang akan datang meskipun raga saya sudah tiada nantinya.

Warisan yang saya bangun ini bukanlah harta benda, tapi iman, pengharapan dan kasih yang saya buat dalam bentuk tulisan, foto-foto dan juga video.

Saya memanfaatkan social media dan internet untuk menyimpan warisan saya. Sebenarnya saya sudah membangun pondasi tempat penyimpanan warisan ini sejak beberapa tahun yang lalu. Ada yang sudah saya persiapkan sejak tahun 2007, tahun 2013, etc. Tapi saya akan lebih giat lagi menimbun segala sesuatu sebagai kenang-kenangan untuk generasi yang akan datang sekarang, agar dunia tahu bahwa di bumi ini pernah hidup seseorang yang mampu memberikan warna tersendiri selama hidupnya. Saya berharap, mereka yang menemukan warisan saya nantinya akan terinspirasi akan rekam jejak hidup saya.

1. Blog

http://angelinakusuma.blogspot.co.id

2. Fans Page Ide-ide Wirausaha di Facebook

https://www.facebook.com/Ide2Wirausaha


3. Youtube Channel

Angelina Kusuma Youtube Channel

Friday, December 09, 2016

Be A Humble Mountaineer!

Mahasiswa Binus Tewas Saat Lakukan Pendakian Ilegal di Gunung Mas...Saya tertegun membaca berita di website National Geographic tanggal 6 Desember 2016 itu. Saya suka dengan kegiatan mendaki gunung. Meskipun saya bukan seorang pendaki handal, tapi saya cinta dengan gunung. Gunung terakhir di Indonesia yang berhasil saya injak adalah Gunung Rinjani di Lombok.

Gunung Rinjani Lombok
Jauh sebelum hari ini, saya takut dengan gunung. Saya hanya bisa mengaguminya dari jauh tapi tidak pernah punya keberanian untuk mendakinya. Waktu kuliah, saya selalu terpesona dengan teman-teman saya yang terlihat begitu gagah dengan tas carrier di punggung mereka dan segudang cerita yang mengesankan sekembali mereka dari gunung. Sementara saya...hanya bisa menjadi pendengar setianya saja.

Saya punya riwayat penyakit yang tidak memungkinkan saya menapakkan kaki di gunung. Dulu, tubuh saya ini sangat lemah. Sekitar tahun 2003, saya terjangkit penyakit TBC. Virus TBC yang ada didalam tubuh saya tak hanya menyerang paru-paru tapi juga bersarang di tulang belakang. 8 hari saya terkapar di sebuah rumah sakit di Cilincing, Jakarta Utara dan harus meminum obat anti TBC selama 8 bulan berturut-turut.

3 dokter yang saya temui serempak mengatakan bahwa jika kaki saya patah, saya akan lumpuh seumur hidup! Ada 2 ruas tulang belakang saya yang remuk dan sampai hari ini bekasnya masih ada. Jika punggung saya diraba, akan terasa benjolan disana akibat dari 2 ruas tulang yang terkikis oleh virus TBC itu. Di tahun 2010 saya juga pernah mengalami kecelakaan motor yang membuat bahu kanan saya harus dioperasi.

But praise the Lord Jesus, meskipun kondisi tubuh saya sebenarnya tidak memungkinkan untuk kegiatan pendakian gunung dan aktivitas fisik lainnya, toh sampai hari ini saya sudah berhasil menjejakkan kaki di Gunung Ijen Banyuwangi, Gunung Cumbri Wonogiri, Puncak Harfat Misool, Puncak Wayag 1 dan Wayag 2 Raja Ampat Papua, Gunung Rinjani Lombok...bahkan Jigokudani (Hell Valley) Hokkaido Jepang.

Gunung Ijen Banyuwangi

Puncak Harfat Misool

Puncak Wayag 1 Raja Ampat

Saya mendaki gunung bukan untuk gaya-gayaan. Saya tahu bahwa fisik saya punya keterbatasan, makanya saya tidak pernah asal-asalan mendaki/melakukan aktifitas fisik lainnya. Saya menempa tubuh saya dengan ketat. 5 tahun belakangan ini, saya telah rutin berjalan kaki setiap pagi guna membentuk fisik yang kuat. Pertama kalinya jalan pagi, saya hampir pingsan dibuatnya. Tapi saya tidak pernah berputus asa. Mulai dari jalan kaki selama 30 menit hingga sekarang saya sudah terbiasa jalan kaki selama 1 jam setiap harinya. Saya tidak pernah lagi merasakan sesak nafas ataupun kecapekan karena aktifitas fisik. Paru-paru, tulang belakang dan tangan kanan saya semakin sehat dan kuat dari hari ke hari dan saya sudah tidak takut lagi dengan gunung!

Saya selalu sedih jika membaca berita tentang pendaki yang tewas di gunung. Kami para pendaki selalu punya prinsip, "Pendakian itu bukan bagaimana mencapai puncak tapi tentang bagaimana mengalahkan ego dan kembali dengan selamat." Makanya sedih sekali jika saya tahu ada pendaki yang ke gunung untuk 'setor' nyawa seperti itu.

Alam punya caranya sendiri untuk menundukkan orang-orang yang sombong! Maka berhati-hatilah saat kamu pergi ke alam bebas. Buang dulu semua kepongahan dan egomu, karena alam bisa menampar dan menjatuhkanmu jika kamu menantangnya. Tapi alam akan menjadi guru terbaikmu jika kamu menghormati dan memeliharanya.

Semoga tak ada lagi pendaki-pendaki yang sok menguji nyali di gunung. Jika ingin mendaki gunung, train yourself before you go there. Latihan fisik seperti jalan kaki selama 1 jam sehari wajib dilakukan secara rutin, urus perizinan sebelum mendaki secara lengkap, bawa perlengkapan mendaki dan logistik yang cukup selama pendakian berlangsung, buat perencanaan pendakian yang matang, kuasai cara menangani kasus hipotermia dengan baik, berjalanlah di rute yang semestinya (bukan berjalan di rute yang sudah terkenal sebagai jalur 'maut', itu 'setor' nyawa namanya!) dan banyak-banyaklah berdoa kepada Penciptamu. Be a humble mountaineer!

Untuk orang-orang yang punya keterbatasan fisik, jangan takut kepada gunung! Gunung/alam bebas tidak akan pernah menyakitimu. Yang bisa menyakiti bahkan merenggut nyawa seseorang adalah ego orang itu sendiri. Saya punya kenalan seorang bapak-bapak berusia 58 tahun yang sudah mendaki Gunung Rinjani berkali-kali. Juga ada kenalan saya seorang bapak-bapak yang kakinya kurang sempurna tapi tetap bisa mendaki gunung dan melakukan aktifitas fisik lainnya seperti orang normal.

Pak Agus, usia 58 tahun bisa mendaki sampai di Gunung Rinjani Lombok

Pak Ron, kaki beliau kurang sempurna tapi beliau tetap bisa melakukan aktifitas fisik secara normal
Setiap kali saya berhasil menginjakkan kaki di sebuah gunung dan memandang ke bawah, saya semakin bersyukur akan keberadaan saya di dunia ini. God is good all the time. Ia sanggup membuat segala sesuatu yang mustahil menjadi mungkin. Gunung membuat saya banyak belajar dan semakin dekat dengan Sang Pencipta. Gunung memberi saya kekuatan, keberanian dan semangat pantang menyerah.

Thursday, December 08, 2016

20 Ide Usaha Pinggir Jalan yang Cepat Mendatangkan Untung

Punya tempat yang lokasinya di pinggir jalan? Manfaatkan saja tempat itu untuk membuka jenis-jenis usaha berikut ini...



God Won't Quit on You

Philippians 1:6, "God is the one who began this good work in you, and I am certain that he won't stop before it is complete on the day that Christ Jesus returns" (CEV).

Whatever God started in your life, he'll finish. He won't quit on you. You may give up on God, but he'll never give up on you.

Jadilah Kudus!

"Kuduslah kamu, sebab Aku kudus" (1 Petrus 1:16)

Tuhan ingin kita menjadi serupa dengan-Nya. Ia adalah Allah yang kudus dan Ia menghendaki hidup kita mencerminkan kekudusan-Nya. Ketahui apa yang Tuhan sukai dan lakukan. Jangan pernah mendukakan hati-Nya, karena kamu sendiri yang akan rugi.

Wednesday, December 07, 2016

Lake Toya - Hokkaido, Japan

Lake Toya is look like Lake Kawaguchiko. I've been visited those lakes at different times and I love both. This video is my travel trip to Lake Toya - Hokkaido, Japan.


Belajar Investasi dari Yusuf

Yuk, belajar dari Yusuf dalam hal berinvestasi. Saat masa kelimpahan, jangan boros...tapi menabung, agar saat tiba masa paceklik, masih ada dana untuk hidup.

Kejadian 41:48, "maka Yusuf mengumpulkan segala bahan makanan ketujuh tahun kelimpahan yang ada di tanah Mesir, lalu disimpannya di kota-kota; hasil daerah sekitar tiap-tiap kota disimpan di dalam kota itu."

Kejadian 41:54, "mulailah datang tujuh tahun kelaparan, seperti yang telah dikatakan Yusuf; dalam segala negeri ada kelaparan, tetapi di seluruh negeri Mesir ada roti."

Orang Hidup Pasti Punya Pengharapan

"Tetapi siapa yang termasuk orang hidup mempunyai harapan, karena anjing yang hidup lebih baik dari pada singa yang mati." (Pengkhotbah 9:4)

Selama masih ada kehidupan, harapan masih ada. Masih bisa bernafas berarti harus terus berjuang dan semangat!

Monday, December 05, 2016

Blue Pond - Biei, Hokkaido, Japan

My travel video to Blue Pond - Biei, Hokkaido, Japan. This is one of wonderful places in Hokkaido. You must visit it when you're travel to Japan!


Don't Panic

"Don't panic. I'm with you. There's no need to fear for I'm your God. I'll give you strength. I'll help you. I'll hold you steady, keep a firm grip on you." (Isaiah 41:10 MSG)

Panic is not the character of God. Panic is the human character and the devil. Follow the instructions of the Lord and you will not panic anymore.

Hidup Didalam Panggilan Tuhan

"Karena kita ini buatan Allah, diciptakan dalam Kristus Yesus untuk melakukan pekerjaan baik, yang dipersiapkan Allah sebelumnya. Ia mau, supaya kita hidup di dalamnya." (Efesus 2:10)

Katakan 'Ya' kepada perintah Tuhan tanpa ragu-ragu. Saat keadaan terlihat tanpa pengharapan, percayai penyertaan Tuhan lebih lagi.

Sunday, December 04, 2016

Otaru - Hokkaido, Japan

This is my travel video in Otaru - Hokkaido, Japan. Let's check it out! ^_^


Allahku, yang kupercayai

Oleh: Angelina Kusuma


Mazmur 91:2, "...Allahku, yang kupercayai"

Saya terbiasa membuat resolusi tahun baru bertepatan dengan peringatan hari lahir saya. Beberapa hari lalu, seperti tahun-tahun sebelumnya, saya melewati hari ulang tahun saya berdua saja dengan Tuhan. Saya sengaja mematikan semua notifikasi birthday reminder di semua akun sosial media sehingga tidak ada satupun yang menyadari bahwa hari itu saya bertambah usia. Hanya 2 orang teman dekat yang sudah katam saya luar dalam (hahaha) dan beberapa pengurus gereja yang mengucapkan selamat ulang tahun.

Bagi saya, cukuplah merayakan hari ulang tahun dengan berdoa, memuji dan menyembah Tuhan secara pribadi, karena saya tahu bahwa pertambahan usia artinya juga pertambahan beban hidup ke depan. Jadi saya lebih perlu perkenanan Tuhan daripada ucapan-ucapan simpati orang lain.

Saya menulis hal-hal yang ingin saya lakukan di tahun 2017 nanti di buku harian. Selesai membuat resolusi 2017, saya mulai memuji dan menyembah Tuhan. Saat itulah Roh Kudus berbicara kepada saya, "I need you to reach them. They are lost, they need a leader and they need your good example." Mata saya terpejam tapi pikiran saya bisa melihat wajah beberapa anak-anak muda disana. Air mata saya mulai menetes satu per satu.

"But Dad, I also need someone to lead me."
"No worry, I will fulfill all your needs."

Roh Kudus kemudian menuntun saya kepada Mazmur 91. Setiap selesai saat teduh, biasanya saya selalu membaca pasal ini setiap pagi. Tapi kali itu lain. Kalimat "...Allahku, yang kupercayai" seperti melompat keluar dan seketika membuat hati saya menjadi damai.

Seberapa sering kamu membaca Alkitab, tidak menunjukkan bahwa kamu sudah benar-benar mengerti maksud dari setiap ayatnya. Thanks God, saya mendapat kekuatan baru dari Mazmur 91:2. Percaya kepada Tuhan artinya berani bergantung total kepada-Nya tanpa pengecualian.

Jujur, saya punya sebuah kerinduan besar di tahun 2017. Di tahun-tahun sebelumnya, kerinduan ini hanya sebatas wacana saja. Ada sedikit perasaan was-was di hati saya saat Tuhan ternyata menghendaki saya melakukan hal yang tak kalah pentingnya dari kerinduan saya itu. Jika saya terlalu sibuk memikirkan pelayanan ke anak-anak muda, saya takut 'tak punya' waktu untuk mewujudkan kerinduan saya. Tapi ah...bukankah Tuhan Yesus yang saya sembah itu Maha Dahsyat? Masa iya Dia tidak memperhatikan keperluan saya saat saya melakukan perintah-Nya?

Saya langsung meminta ampun untuk ketidak-taatan dan kekuatiran saya kepada Tuhan. Tidak ada satupun alasan untuk tidak percaya kepada-Nya. Dia Pencipta saya. Dia lebih tahu cara untuk mengatur hidup saya dan Dia punya rencana yang lebih sempurna daripada rencana-rencana saya. Yah, ini saatnya saya melakukan bagian saya yaitu melayani anak-anak muda & generasi yang terhilang dan membiarkan Tuhan melakukan bagian-Nya juga (memberkati saya sesuai kehendak-Nya). I trust Him 100%!

Tuesday, November 29, 2016

Soul On Fire - Third Day

God, I'm running for Your heart
I'm running for Your heart
Till I am a soul on fire
Lord, I'm longing for Your ways
I'm waiting for the day
When I am a soul on fire
Till I am a soul on fire
[x2]

Lord, restore the joy I had
I have wandered, bring me back
In this darkness, lead me through
Until all I see is You

God, I'm running for Your heart
I'm running for Your heart
Till I am a soul on fire
Lord, I'm longing for Your ways
I'm waiting for the day
When I am a soul on fire
Till I am a soul on fire

Lord, let me burn for You again
Let me return to You again
And Lord, let me burn for You again
And let me return to You again

God, I'm running for Your heart
I'm running for Your heart
Till I am a soul on fire
Lord, I'm longing for Your ways
I'm waiting for the day
When I am a soul on fire

God, I'm running for Your heart
I'm running for Your heart
Till I am a soul on fire
I wanna be
Till I am a soul on fire
Till I am a soul on fire



Belajar dari Kisahnya Om Feliks

Oleh: Angelina Kusuma


Kisah Para Rasul 24:24-25, ...ia (Feliks) menyuruh memanggil Paulus, lalu mendengar dari padanya tentang kepercayaan kepada Yesus Kristus. Tetapi ketika Paulus berbicara tentang kebenaran, penguasaan diri dan penghakiman yang akan datang, Feliks menjadi takut dan berkata: "Cukuplah dahulu dan pergilah sekarang; apabila ada kesempatan baik, aku akan menyuruh memanggil engkau."

Feliks...Bukankah seringkali kita mendapati orang-orang seperti Om Feliks ini?

Saat mendengar berita tentang kasih Yesus dan berkat-berkat-Nya, mudah sekali mulut ini mengucap, "Halleluya...puji Tuhan!" Tapi begitu Dia mulai menyentuh bagian hidup kita yang penuh dosa dan luka-luka masa lalu, maka kitapun berontak karena tidak nyaman.

Pada saat Paulus berbicara tentang iman dalam Kristus dengan Feliks serta menyebut mengenai "kebenaran, penguasaan diri dan penghakiman yang akan datang", Feliks menjadi ketakutan. Hal ini selaras dengan apa yang dikatakan Yesus bahwa kalau Roh Kudus datang maka Ia akan "menginsafkan dunia akan dosa, kebenaran dan penghakiman" (Yoh 16:8). Mengikut Tuhan tidak bisa hanya dengan mengecap senangnya saja. Terkadang Tuhan menghendaki kita meninggalkan zona nyaman dan kita harus berhadapan dengan salib.

Om Feliks ketakutan setelah mendengar bagian 'nggak enak' dari mengikut Kristus dan menyuruh Paulus pergi darinya. "Ntar dulu ya, sekarang 'bukan waktu yang tepat' untuk mengkoreksi hidup gue. Sono-sono pergi dulu, ntar kalo gue punya 'kesempatan baik', gue panggil loe lagi." Eits, mungkin 'waktu yang tepat dan kesempatan baik' menurut pandangan manusia itu tak akan datang kedua kalinya.

Ibrani 4:12, Sebab firman Allah hidup dan kuat dan lebih tajam dari pada pedang bermata dua manapun; ia menusuk amat dalam sampai memisahkan jiwa dan roh, sendi-sendi dan sumsum; ia sanggup membedakan pertimbangan dan pikiran hati kita.

Jadilah orang yang rendah hati di hadapan Tuhan dan firman-Nya. Saat Ia mulai mengkoreksi dan menginsafkanmu dari dosa, kepahitan, hubungan-hubungan yang tidak benar ataupun luka-luka masa lalu yang harus dibereskan, lembutkan hati.

Tuhan tidak pernah jahat! Ia datang untuk membawa kelegaan bagimu, memisahkanmu dari yang jahat untuk membawamu kepada terang-Nya yang ajaib. Mungkin kita akan merasa malu, kotor, takut dan was-was sama seperti perasaan Om Feliks pada awalnya saat Ia mulai mengkoreksi hidup kita, tapi percayalah...itu semua untuk kebaikan kita sendiri dan Ia tidak akan membiarkan umat-Nya mendapat cela selama-lamanya. Ia akan memulihkan keadaan kita jauh lebih baik setelah proses pemurnian iman selesai.

Markus 2:17, Yesus mendengarnya dan berkata kepada mereka: "Bukan orang sehat yang memerlukan tabib, tetapi orang sakit; Aku datang bukan untuk memanggil orang benar, melainkan orang berdosa."

Double for our trouble!

Perkatakan terus tentang hal-hal yang positif tentang masa depanmu dan tolak menjadi negatif. Mungkin kenyataan tak seindah anganmu, tapi jangan pernah berhenti untuk berharap. Tuhanmu sanggup memberikan berkat 'dua kali lipat' dari setiap masalah yang harus kamu lewati saat ini.

Yesaya 61:7, Sebagai ganti bahwa kamu mendapat malu dua kali lipat, dan sebagai ganti noda dan ludah yang menjadi bagianmu, kamu akan mendapat warisan dua kali lipat di negerimu dan sukacita abadi akan menjadi kepunyaanmu.

That's a promise for us, a promise of double for our trouble! Double the blessing...double the joy...double the peace!

Wednesday, November 23, 2016

20 Ide Usaha Untuk Mahasiswa

Masa-masa kuliah bisa dimanfaatkan untuk memulai usaha sendiri. Ke-20 ide usaha berikut ini tidak memerlukan modal besar. Ada yang bisa dikerjakan sendiri, ada juga yang bisa dikerjakan bersama teman-teman sekampus. Selamat berwirausaha!



Masa Lalumu Bukan Takdirmu

Tak ada kata terlambat untuk memulai awal yang baru didalam Kristus. Masa lalumu bukan takdirmu. Jika kamu menolak untuk menyerah dan membiarkan Roh Kudus memimpinmu keluar dari tempat yang membuatmu 'stuck/terjebak', Tuhan tak hanya mengembalikan apa yang hilang darimu, bahkan Dia akan membuat hidupmu lebih baik.

"Aku akan memulihkan kepadamu tahun-tahun yang hasilnya dimakan habis oleh belalang pindahan, belalang pelompat, belalang pelahap dan belalang pengerip, tentara-Ku yang besar yang Kukirim ke antara kamu. Maka kamu akan makan banyak-banyak dan menjadi kenyang, dan kamu akan memuji-muji nama TUHAN, Allahmu, yang telah memperlakukan kamu dengan ajaib; dan umat-Ku tidak akan menjadi malu lagi untuk selama-lamanya" (Yoel 2:25-26)

Tuesday, November 22, 2016

Batu Caves - Kuala Lumpur, Malaysia

Jika berkunjung ke Kuala Lumpur, jangan lupa untuk mengunjungi Batu Caves. Tempat ini dibuka gratis untuk siapa saja. Ada free WiFi juga di lokasinya. Jadi kamu bisa langsung narsis dan eksis selama disana hehehe.


Keep Calm and Laugh!

Tuhan memberi kita kemampuan untuk tertawa dengan sebuah alasan. Tawa adalah senjata ampuh untuk melawan stres, kecemasan, ketakutan dan rasa kuatir.

Mazmur 126:2, Pada waktu itu mulut kita penuh dengan tertawa, dan lidah kita dengan sorak-sorai. Pada waktu itu berkatalah orang di antara bangsa-bangsa: "TUHAN telah melakukan perkara besar kepada orang-orang ini!"

Kita tidak tertawa karena masalah-masalah kita, tapi kita tertawa karena kita PERCAYA Tuhan menjaga hidup kita.

Nehemia 8:11, Jangan kamu bersusah hati, sebab sukacita karena TUHAN itulah perlindunganmu!

So guys, keep calm and laugh!

Sunday, November 20, 2016

16 Ide Bisnis Fotografi

Jangan sia-siakan kemampuan jeprat-jepretmu. Yuk olah ketrampilan fotografimu menjadi ladang uang seperti ide-ide usaha berikut ini.



13 Ide Usaha Modal 5 - 10 Juta

Punya modal kecil bukan berarti tak bisa membuka usaha sendiri. Berikut ini adalah ide-ide usaha yang mudah dilakukan dengan modal HANYA sekitar 5 - 10 juta saja.



16 Ide Usaha Modal 1 Juta

Ingin buka usaha sendiri tapi cuma punya modal 1 juta doang? Oh tenang, tetap bisa kok!



Find God willing not human applause

"Akulah, Akulah yang menghibur kamu. Siapakah engkau maka engkau takut terhadap manusia yang memang akan mati, terhadap anak manusia yang dibuang seperti rumput" (Yesaya 51:12)

Fear rejection? Keep eternity in mind. God is for you and he wants to see you succeed!

Kehidupan di bumi bersifat sementara, tak perlu takut dengan pandangan orang lain. Orang lain bukan Allah dan pendapat mereka tak akan bertahan selamanya.

Popularitas, ketenaran dan tepuk tangan manusia tak ada gunanya pada saat hari akhir tiba. So, nggak perlu jaim. Jadilah apa ada...bicara diatas kebenaran; ya jika ya, tidak jika tidak. Find God willing not human applause.

Wednesday, November 16, 2016

Love Never Fails


Oleh: Angelina Kusuma


Saat masih remaja, begitu mendengar LOVE, bayangan saya adalah seorang laki-laki menarik diujung sana yang kehadirannya bisa membuat seantero jagad raya jadi penuh dengan bunga-bunga dan kicauan burung-burung. Is it wrong? Haha nggak sih, cinta emang bisa diterjemahkan sebagai rasa ketertarikan kepada lawan jenis seperti diatas. Ini adalah tingkatan cinta yang disebut Eros. Tapi seiring berjalannya waktu dan pertumbuhan rohani, saya mengenal cinta bukan cuma sekedar rasa ketertarikan kepada lawan jenis saja. But LOVE is God!

Hari itu adalah hari terakhir saya ada di Hokkaido, karena keesokan harinya saya harus kembali ke Indonesia pukul 09:00. Saya tidak membuat banyak acara untuk hari itu kecuali, "Saya ingin ke gereja dan beribadah" karena hari itu adalah Minggu. Saya mencari gereja Kristen di Sapporo dan Google memberitahu saya tentang Sapporo International Church. Letak gereja ini tidak seberapa jauh dari hostel sehingga saya bisa menjangkaunya dengan cepat setelah berjalan kaki sekitar 30 menit.

Saya berdiri termangu-mangu di depan gereja. Nggak ada orang disana. Jam menunjukkan pukul 09:30 dan ibadah pertama di gereja itu akan dimulai pukul 10:30. "Hmm, 1 hour later, mungkin karena itu gereja masih sepi", gumam saya dalam hati. Tiba-tiba ada sepasang pria dan wanita lewat di depan saya, mereka hendak masuk ke gereja. Saya memberitahu mereka bahwa saya ingin beribadah ke gereja itu dan mereka segera membawa saya ke dalam.

Wow, saya takjub begitu sampai di dalam gereja. Perkiraan saya salah euy! Ternyata di dalam sudah ramai. Ada yang sedang latihan menyanyi diiringi keyboard, ada yang menyambut tamu-tamu sambil membagikan warta gereja dan alat interpreter bagi para turis seperti saya, etc. Setelah mengisi buku tamu dan mengambil Alkitab berbahasa Inggris, saya kemudian duduk di kursi. Oh, rasanya bahagia sekali bisa berada di komunitas anak-anak Tuhan di negeri yang saya kunjungi. Meski gereja ini tidak besar, tidak ada alat musik lengkap (hanya sebuah keyborad dan gitar elektrik), saya cukup diberkati karenanya.

Kotbah hari itu diambil dari 1 Korintus 13:1-13. Yes, tentang Kasih. Paulus menasihati jemaat Korintus untuk "mengejar kasih itu dan berusaha memperoleh karunia Roh" (1Kor 14:1). Ada 3 alasan kenapa kita harus mengejar kasih, yaitu: kasih adalah karakternya Tuhan, kasih membawa segala sesuatu kearah yang lebih baik dan kasih bersifat kekal.

Orang yang memiliki karunia Roh tanpa mempunyai kasih tidak berguna sama sekali (1Kor 13:1-3). Mereka yang hidupnya dipenuhi dengan "kegiatan keagamaan" belum tentu menyenangkan hati Allah; bahkan, bisa jadi mereka itu sama sekali bukan orang percaya. Misalnya, mereka yang berkata-kata dengan bahasa roh, bernubuat, mempunyai pengetahuan atau melakukan pekerjaan-pekerjaan iman yang besar, namun pada saat yang sama kekurangan kasih dan kebenaran yang seperti Kristus, maka mereka itu "sama sekali tidak berguna" di pemandangan Allah. Menurut pertimbangan Allah, kerohanian dan pernyataan iman mereka itu hampa (1Kor 13:1), dan mereka tidak memiliki tempat yang sesungguhnya dalam kerajaan-Nya (1Kor 6:9-10). Mereka tidak saja berkekurangan dalam kepenuhan Roh, tetapi diri mereka juga tidak didiami oleh Roh. Manifestasi rohani melalui mereka tidak berasal dari Allah tetapi dari roh yang lain, yaitu roh jahat.

1Kor 13:4-7 menggambarkan kasih sebagai suatu kegiatan dan kelakuan, bukan sekadar suatu perasaan batin atau motivasi. Segi-segi kasih yang beraneka ragam dalam ayat-ayat ini menunjukkan sifat Allah Bapa, Anak, dan Roh Kudus. Setiap orang percaya harus berusaha untuk berkembang dalam kasih semacam ini (bukan cuma sekedar mengenal kasih sebagai Eros - ketertarikan kepada lawan jenis).

Allah memuliakan sifat serupa dengan Kristus lebih daripada pelayanan, iman atau pemilikan karunia rohani. Allah menghargai dan menekankan sifat hidup yang bertindak dalam kasih, kesabaran, kemurahan hati, tidak mencari keuntungan diri sendiri, tidak bersukacita karena ketidakadilan tetapi karena kebenaran, kejujuran, dan sabar menanggung segala sesuatu, jauh lebih tinggi daripada iman yang memindahkan gunung atau melakukan pekerjaan besar dalam jemaat (1Kor 13:1-2,8,13). Yang paling besar dalam Kerajaan Allah adalah mereka yang besar dalam kesalehan batin dan kasih bagi Allah, bukan mereka yang besar dengan prestasi lahiriah. Iman Kristen yang sejati ialah kasih yang diungkap melalui suatu etika yang tidak menyakitkan orang lain dan yang bertekun dalam kesetiaan kepada Kristus dan Firman-Nya.

Cinta yang dimiliki manusia saat ini mudah sekali luntur. Too many people divorce nowaday hanya karena alasan, "Sudah nggak cocok lagi". Banyak orang saling membunuh hanya karena berebut agamanya yang paling benar. We need more than ordinary love, we need God. Think about LOVE, think about God. Kasih adalah Tuhan sendiri. Jika kita benar mengasihi Tuhan, kita akan melakukan segala perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya. So, mari renungkan ini bersama-sama setiap saat: Apakah kita bisa menyenangkan hati-Nya dengan segala perbuatan kita, dengan pilihan-pilihan kita dan dengan keputusan kita? KAMU telah ditebus dengan harga yang mahal, jadi jangan pernah hidup murahan!

God is love (1 John 4:8)
Love never fails (1 Corinthians 13:8)
Then, God never fails!

Tuesday, November 08, 2016

3 Pria, 3 Cerita, 3 Senyum


Oleh: Angelina Kusuma


"Kenapa sih liburan aja sampai ke luar negeri, emang udah keliling Indonesia dari ujung ke ujung? Indonesia itu lebih kece tahu!", sambil kirim foto selfie-nya di depan sebuah tempat di Jawa Tengah.

Saya cuma senyum-senyum.

"Kemarin aku baru balik dari Bromo ya, dan sekarang kakiku njarem semua"

Saya cuma senyum-seyum.

"Aku snorkeling di salah satu pantai di Sumatera, kaki-kakiku tergores karang gitu"

Saya cuma senyum-seyum.

Dalam hati saya berkata, "Sepertinya saya harus lebih sering lagi pakai rok, gambar alis ala Princess Syahrini, pakai lipstick dan bawa tas centil kemana-mana agar pria-pria ini tidak terancam dengan keberadaan saya"

Hahaha!!

Sebenarnya saya ingin segera angkat bicara menanggapi pernyataan-pernyataan diatas. Tapi begitu saya renungkan lagi, ahhh buat apa? Buat apa menanggapi sesuatu yang sebenarnya tidak layak dibesar-besarkan. Toh semua orang berhak menceritakan kisahnya masing-masing dengan caranya sendiri-sendiri dan kita...hanya perlu mendengarkannya saja tanpa banyak berdebat. Jawab seperlunya jika kamu ditanya, selebihnya biarkan mereka tahu siapa kamu dengan sendirinya. Itu jauh lebih bijak bukan?

Eh, tapi gatel euy, pengen bicara sesuatu. Ya udah, kalo nggak bisa ngomong, nulis aja hahaha.

1. Kenapa liburan sampai ke luar negeri?

Saya liburan ke luar negeri bukan karena saya tidak cinta Indonesia lho. Salah besar!

Justru karena saya cinta Indonesia, maka saya perlu liburan ke luar negeri! *Pasti ada yang mo triak nih, "Logikanya dimana?"

OK, mari renungkan sejenak mas-mas yang ganteng *Dan mbak-mbak yang cantik...(kali aja ada pembaca yang cewek juga)

Liburan ke luar negeri minimal perlu paspor bukan? Paling enggak kalo cuma mau keliling negara-negara ASEAN kita hanya butuh paspor doang, selebihnya kita perlu ngurus visa.

Nah, kamu akan tahu seberapa hebat kekuatan paspor negaramu itu ketika kamu berani melangkah keluar!

Sumpah, saya baru ngerti kalo Indonesia itu ternyata lemah banget di mata negara-negara di dunia bahkan di mata negara-negara ASEAN begitu saya memutuskan untuk liburan ke luar negeri. Dua kali saya masuk Malaysia, dua kali pula paspor saya diteliti dengan seksama oleh petugas Imigrasi negara itu seolah-olah saya kesana untuk menjadi salah satu TKI yang tidak akan pernah kembali lagi ke Indonesia!

Sigh...kalo situ cuma ngendon di Indonesia doang, paspor Indonesia akan tetap lemah kekuatannya di mata dunia bung! Karena negara-negara luar tahunya paspor Indonesia cuma dipakai buat jadi TKI yang kadang suka bikin masalah di negara tetangga, bahkan sampai ada yang pakai paspor Indonesia buat jihad entah membela siapa di negara antah berantah sono.

Kalo udah begini masih berani bilang buat apa ke luar negeri? Emang nasionalisme cuma bisa ditunjukin kalo loe lahir ceprot sampai mati cuma di Indonesia doang apa?! Hoehh, sadarlah!

Coba cek destinasi liburan saya di Indonesia lainnya sebelum mencap bahwa saya terlalu sok karena liburan ke luar negeri. Ente pernah ke Misool belum? Pernah ke Raja Ampat? Pernah ke Rinjani? Kalo belum semua...anda tidak level bicara begitu sama saya hehehe!

2. Bangga ya udah naik gunung?

Wanita yang sedang kamu hadapi sekarang ini udah pernah ke Bromo 2 kali, pernah ke Gunung Ijen sampai ke kawah, pernah ke Puncak Harfat Misool, ke puncak Wayag 1 dan Wayag 2, pernah ke Gunung Rinjani sampai trekking sendirian di Jigokudani - Noboribetsu, Hokkaido Jepang mas. Kaki-kaki njarem abis naik gunung itu biasa kok. Perlu dipijitin ta? #Eaa

Tapi sekarang udah mulai merubah penampilan sih. Udah nggak se-tomboy dulu. Sekarang kemana-mana pakai rok, dandan sing ayu...kadang terlihat seperti gadis lugu. Eits, meski begitu jangan sembarangan bertindak ya. Wanita hebat akan menyembunyikan kekuatannya didepan pria dengan tujuan untuk menghormati pria-pria yang selayaknya menjadi pemimpin baginya. Tapi saat dibutuhkan, si wanita dengan rok ini juga bisa naik ke genteng benerin atap yang bocor sambil goreng telur di dapur hahaha *Don't judge people by its cover!

3. Kaki tergores abis snorkeling

Och, sakit banget ya? Huh, karangnya nakal ya sampai dia berani melukai kaki-kakimu? Sini-sini coba tunjukin lukanya padaku, pasti kuobati dengan cinta #Wkwkwk!

Dul, kaki-kakiku justru lebih sering bucel-bucel dari punyamu. Entah itu jatuh waktu basket, jatuh waktu naik sepeda, sampai jatuh waktu naik ke pohon mangga tetangga hahaha. Biasa aja kok kalo tubuh terluka. Apalagi cuma luka goresan, cepet sembuh itu mah. Yang susah itu luka di hati mas, itu susah sembuhnya huhuhu!

Saya juga pernah snorkeling kok. Nggak banyak sih. Cuma pernah snorkeling di Karimun Jawa, Pantai 3 Warna Malang, Gili Labak Sumenep, pantai-pantai di Misool dan Raja Ampat Papua. Untungnya sih, saya belum pernah punya pengalaman tergores karang yang sampai membuat saya teriak, "Aduh duh duh duh" begitu. Ehm, mungkin si abang perlu snorkeling dengan saya deh biar nggak tergores karang lagi #Sisiran.

Sudah kodratnya, pria selalu ingin lebih macho dibandingkan wanita. Saya memaklumi itu. Ah, tapi saya tidak pernah merasa lebih hebat dari pria kok, meski sebagian besar hobby saya ada di area maskulin. Saya tetap 100% wanita tulen, butuh pria juga. Tidak semua hal bisa saya kerjakan dengan kedua tangan sendiri. Pliss ya pria-pria, jangan merasa terancam dengan saya :D.

Tenang saja, saya tidak akan menggeser posisimu sebagai Raja, Imam dan Nabi. Saya tahu siapa saya, posisi saya adalah Penolong untuk seorang pria. Meski saat ini saya juga macho, tapi saya tahu bagaimana menempatkan diri saya disamping pria yang tepat.

Baik, sepertinya saya harus makin belajar diam sekarang. Diam, tenang dan tidak berdebat dengan siapapun. Dengarkan saja mereka yang ingin bicara tanpa berargumen kecuali diminta untuk berpendapat. Lebih baik belajar gimana caranya pake blush on eaa, biar pipi bisa merah merona. Ato belajar pake high heels? Siapa tahu ada yang ngajakin naik Gunung Semeru dengan heels #Wow #Kerennn

"Yang tepat, tak perlu dikejar. Dia akan menemukan jalannya sendiri. Hanya bersiap saja. Agar saat dia tiba, dia bangga punya SAYA"

Saturday, November 05, 2016

Berhasil dan Beruntung




Oleh: Angelina Kusuma


"Janganlah engkau lupa memperkatakan kitab Taurat ini, tetapi renungkanlah itu siang dan malam, supaya engkau bertindak hati-hati sesuai dengan segala yang tertulis di dalamnya, sebab dengan demikian perjalananmu akan berhasil dan engkau akan beruntung" (Yosua 1:8)

Berhasil dan beruntung, dua hal ini pasti mengikuti orang-orang percaya yang bergantung penuh kepada Yesus. Amin?

Pagi itu saya mengemas tas carrier saya dan keluar dari homestay pagi-pagi sekali. Saya menyibak dinginnya kota Sapporo dengan langkah-langkah cepat. Saya akan pindah ke Sounkyo yang berjarak 200,4 km dari Sapporo dengan menggunakan train dan bus. Tapi tujuan saya hari itu tidak langsung ke Sounkyo, melainkan berputar dulu ke Biei.

Dengan berbekal Hokkaido Rail Pass, saya naik Ltd. exp Super Kamui dari stasiun Sapporo ke stasiun Asahikawa pukul 08.00. Dengan Ltd. exp Super Kamui yang mempunyai kecepatan 102.6 km/h, Sapporo - Asahikawa (138,2 km) bisa ditempuh dalam waktu 85 menit. Sampai di stasiun Asahikawa, saya berganti train. Kali ini saya naik JR Furano Line for FURANO untuk sampai di stasiun Biei. Tujuan saya ke Biei adalah Blue Pond dan tempat itu hanya bisa dicapai dengan bus dari stasiun Biei.

Bus dari stasiun Biei ke Blue Pond dioperasikan oleh Dohoku dan hanya ada 5 kali roundtrip sehari. Sebenarnya saya sudah membuat perencanaan yang matang sebelum melakukan solo traveling ke Hokkaido ini. Tapi akhirnya saya harus mengalami yang namanya lost juga. Saya naik bus dari Biei ke Blue Pond pukul 12:11. Suhu udara di Biei jauh lebih dingin daripada Sapporo dan ketika kaki saya melangkah turun dari bus, datanglah hujan...

Dengan sigap saya melindungi tas carrier saya dengan rain cover kemudian berjalan menuju lokasi Blue Pond bersama beberapa turis yang turun dari bus yang sama dengan saya tadi. Prakiraan cuaca yang saya baca di accuweather untuk wilayah Biei hari itu memang akan turun hujan dan saya sudah menyiapkan jaket tahan air dan memakai sepatu hiking sejak dari rumah. Tapi saya tidak menyangka bahwa hujan yang turun disana bukanlah hujan biasa seperti di Indonesia.

"This is ice..." Desis saya sambil menatap gumpalan-gumpalan putih yang jatuh ke tangan saya. Woa, mendadak saya menjadi sedikit panik. Persiapan saya ke Hokkaido hanya untuk autumn bukan winter. But the weather is changing faster than I expected.

"Hi, you can use this" Kata seorang gadis berpayung sambil menyodorkan jas hujan transparan ke saya. Tanpa babibu lagi, saya langsung membuka jas hujan itu dan memakainya. Yah, kalo hujannya seperti ini, jelaslah jaket yang saya bawa dari Indonesia bakalan tembus air.

Saya ingin mengganti jas hujan itu dengan uang, tapi gadis itu menolaknya. Dia cuma meminta saya untuk menfotonya dengan temannya sebagai ucapan terima kasih. I thank God to met them! Mereka duo girl backpackers dari Hong Kong dan saya cukup beruntung bisa berkenalan dengan mereka.

Begitu sampai di Blue Pond, saya terpesona dengan pemandangannya dan memutuskan untuk berjalan dari ujung ke ujung. Saya sempat melihat 2 turis dari Hong Kong itu segera keluar dari lokasi setelah selesai mengambil beberapa foto. Sebenarnya saya ingin mengikuti jejak mereka, tapi entah kenapa saya lebih tergoda untuk menjelajahi Blue Pond lebih dulu. Karena saya agak lama di Blue Pond, saya ketinggalan bus yang berangkat pukul 13:09 ke stasiun Biei. Huh, nyesel juga kenapa tadi nggak ngikuti jejak 2 turis Hong Kong itu. Saya tiba di halte bus pukul 13:19! Just 10 minutes late, tapi bus-nya udah nggak ada!! *Ya iyalah non, ini Jepang! Nggak bakalan ada bus ngetem disini! Hoalahhh, di titik ini saya merindukan budaya jam karet di Indonesia hahaha.

Dengan terpaksa, saya harus menunggu bus yang akan berangkat pukul 16:06 nanti. Cuaca menjadi tak menentu lagi. Salju turun! Yes, it's snow!! Di area Blue Pond tidak ada tempat berteduh ataupun tempat makan. Saya harus berusaha menghibur diri dan menghabiskan waktu 3 jam di tempat itu bersama salju. Oh God, that was awful. Awalnya saya terkagum-kagum melihat salju. Ini pertama kalinya saya melihatnya. Tapi lama-lama nggak enak dirasain. Tubuh saya menolaknya mentah-mentah! Saya hanya bisa berdoa, "Dad, help me" sambil membayangkan ada salah satu kendaraan yang berhenti, menghampiri saya dan menawarkan diri membawa saya ke stasiun Biei.

Kemudian, ada beberapa bus organda yang berhenti di area parkir. Bus-bus itu membawa turis-turis dari berbagai jasa tour. Salah satu tour leader yang membawa rombongan turis dari Thailand berhenti di depan saya. Mungkin karena kasihan melihat saya yang udah seperti kucing kecemplong got, akhirnya beliau mengajak saya untuk naik busnya dan mengantarkan saya ke stasiun Biei! Oh, Praise God...sontak saya berterima kasih padanya dan kepada seluruh peserta tour yang ada di bus itu.

Sesampainya di stasiun Biei, ada seorang gadis lagi menyapa saya, "Dari Indonesia ya?" Namanya Maria, dia solo backpacker juga seperti saya dari Jakarta. Ah, senangnya ketemu orang Indonesia di negara Sakura dan dalam keadaan yang seperti itu. Dia mengenali saya dari jaket dan tas Eiger yang saya pakai. Akhirnya saya punya teman ngobrol selama di stasiun. Happy!

Saya berpisah dengan Maria di stasiun Biei karena train yang ke stasiun Asahikawa datang lebih awal dari train yang ingin dia naiki. Sesampainya di stasiun Asahikawa, saya naik train ke stasiun Kamikawa. Tapi rupanya saya salah pilih train. Saya naik local train yang membutuhkan waktu lebih dari 1 jam perjalanan ke Kamikawa. Kegelapan sudah mulai menyelimuti Hokkaido. Saya duduk di bangku paling belakang, udah hopeless bakalan sampai di Sounkyo malam itu. Tapi entah kenapa, tiba-tiba ada dorongan di hati saya untuk pindah ke depan.

Saya berdiri dari tempat duduk saya dan berjalan sempoyongan dengan tas carrier 35 L di punggung saya. Segala hal yang saya alami sepanjang hari itu membuat saya letih. Seorang ibu-ibu yang menselonjorkan kakinya ke bangku dengan sigap menurunkan kakinya begitu saya ada didepannya. Saya menganggukkan kepala kepadanya kemudian duduk. Beliau berusaha mengajak saya mengobrol dengan bahasa Jepang. Hahaha tentu saja saya tidak tahu apa yang beliau katakan. Tapi saya berusaha menjawab sekenanya. Dari bahasa tubuhnya, saya tahu bahwa beliau akan turun di stasiun Kamikawa, sama seperti saya. Saya ceritakan juga padanya bahwa saya akan ke Sounkyo dan beliau memberitahu saya bahwa saya harus pakai baju yang tebal karena di Sounkyo udaranya dingin *Ajaib, meski saya bicara pakai bahasa Inggris dan beliau bicara pakai bahasa Jepang, kami tetap nyambung ngobrolnya.

Setibanya di stasiun Kamikawa, ibu-ibu itu membantu saya untuk menemukan bus ke Sounkyo. Beliau bertanya ke seorang bapak-bapak dan akhirnya beliau mengantarkan saya sampai ke terminal bus! Wueh, semangat lagi deh saya-nya meski harus menunggu di ruangan terminal sendirian. Untuk mengusir kesepian, akhirnya saya ambil HP dan selfie. Arghh, sekonyong-koyongnya sebuah vending machine yang ada di ruangan itu mengeluarkan suara. Terdengarlah suara anime wanita bicara. Waaaa, horor melanda seketika! Bayangan sadako lewat di otak saya. Aiss, saya nyanyi-nyanyi sendiri biar nggak tegang, "Dalam nama Yesus, dalam nama Yesus, Iblis dikalahkan..." *Untung yang keluar lagu ini bukan lagu goyang dombret hahaha #Plak!

Akhirnya bus ke Sounkyo yang saya tunggupun datang. Bahagianya nggak ketulungan! Saya naik bus terakhir pukul 20:00. Hanya ada dua penumpang, saya dan seorang pria berkacamata. Tapi sayangnya si sopir tidak tahu letak hostel saya. Alamak, galau lagi deh. Pikiran saya udah nggak jelas bentuknya. Ini malam euy. Jepang beda dengan Indonesia. Disini, pukul 18:00 saja jalanan udah sepi poll (kalo di Ponorogo tengah malampun juga masih banyak yang nongkrong di pinggir jalan). Saya duduk lemas di kursi bus. Diluar hujan pula. Huff, anak perawan keluyuran di negeri orang, sendirian, malam, sepi, hujan, nggak ngerti arah, nggak tahu bahasa Jepang...sungguh memilukan!

Tapi begitu saya turun dari bus di terminal Sounkyo, mendadak ada bapak-bapak yang menyapa saya, "Angelina-san?" Oh yes! Beliau adalah staff dari hostel tempat saya menginap dan beliau menjemput saya pakai mobil! Mata saya melek langsung! Pukul 21:00 saya sudah berada di kamar hostel saya yang hangat sambil cengengesan...

Saya melewati malam pertama di Sounkyo itu dengan ucapan syukur yang tak habis-habisnya. Coba bayangkan, seharian itu saya mengalami banyak sekali kejadian yang luar biasa. Mulai dari diberi jas hujan gratis sama turis Hong Kong, kedinginan karena salju di Blue Pond, ketinggalan bus tapi akhirnya diantar sampai stasiun Biei oleh rombongan turis dari Thailand, ada temen ngobrol sesama orang Indonesia di stasiun Biei, salah naik train tapi ketemu ibu-ibu yang bantuin nyari bus ke Sounkyo, 'hampir' ketemu sadako di terminal bus Kamikawa hahaha, sampai dijemput oleh staff hostel di terminal Sounkyo *Saya menginap di h-o-s-t-e-l lho bukan hotel. Hostel kecil yang tak berbintang. Baru kali ini saya menemukan hostel yang mau 'mencari' tamunya yang kesasar seperti saya.

Semua yang terjadi sepanjang hari itu berada di luar kendali saya sebagai manusia. Tapi saya percaya, ada tangan Tuhan yang menyertai perjalanan kedua saya di Jepang kali ini.

"Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah." (Roma 8:28)

Angelina berhasil dan beruntung karena Yesus...Dan semoga kamu yang baca tulisan ini juga mengalami hal yang sama seperti yang telah saya alami :). Cari perkenanan Tuhan dalam segala hal, itu adalah kunci keberhasilan dan keberuntungan dalam hidup. Semangat ^o^

Friday, November 04, 2016

13 Ide Usaha Pecinta Petualangan & Traveling

Traveling sudah menjadi bagian dari gaya hidup manusia modern. Kegiatan yang satu ini biasanya membuat kita menghabiskan banyak dana dan tak jarang membuat isi dompet kita bokek di akhir bulan.
TAPI, kegiatan ini juga bisa menghasilkan uang kok. Nah, simak ide-ide usaha untuk mendulang uang dari traveling dan kegiatan outdoor berikut ini.



Wednesday, November 02, 2016

7 Ide Usaha Menjelang Natal dan Tahun Baru

Natal dan Tahun Baru sebentar lagi. Jangan sia-siakan momentum ini untuk memulai berwirausaha!


Tips Wirausaha: 12 Usaha Sampingan Ibu Rumah Tangga


Ibu-ibu rumah tangga juga bisa menghasilkan uang sendiri dari rumah. Simak ide-idenya disini...