Saturday, August 15, 2009

Teladan Wanita Bijak dari Abigail

Oleh : Angelina Kusuma

Seorang sahabat pria saya yang masih lajang pernah berkata, "Aku mencari wanita yang bisa membuatku damai, baru aku akan menikah."

Wanita yang bisa membuat damai...uhm, menarik untuk direnungkan :).

Dalam rumah tangga, wanita sebagai penolong pria harus mempunyai karakter yang tahan uji agar ia bisa membantu pasangan prianya dalam melabuhkan biduk rumah tangga mereka ke jalan yang benar sesuai Firman Tuhan. Wanita berkarakter penolong harus memiliki kecantikan batin yaitu roh lemah lembut yang bisa membuat seisi rumahnya nanti penuh dengan kedamaian dan ketentraman.

1 Petrus 3:4, Tetapi perhiasanmu ialah manusia batiniah yang tersembunyi dengan perhiasan yang tidak binasa yang berasal dari roh yang lemah lembut dan tenteram, yang sangat berharga di mata Allah.

Salah satu contoh wanita yang bisa membawa damai bagi keluarganya di Alkitab dimiliki oleh Abigail (1 Samuel 25). Abigail adalah istri seorang laki-laki kaya namun berperangai buruk bernama Nabal. Saat Daud berselisih faham dengan Nabal karena salam baik Daud ditanggapi dengan makian oleh Nabal, Abigail datang membawa perdamaian dan menahan Daud untuk tidak melakukan niat pembalasannya.

Abigail berpikir dan mempertimbangkan baik-baik setiap tindakannya
1 Samuel 25:17-19, Oleh sebab itu, pikirkanlah dan pertimbangkanlah apa yang harus kauperbuat, sebab telah diputuskan bahwa celaka akan didatangkan kepada tuan kita dan kepada seisi rumahnya, dan ia seorang yang dursila, sehingga orang tidak dapat berbicara dengan dia." Lalu segeralah Abigail mengambil dua ratus roti, dua buyung anggur, lima domba yang telah diolah, lima sukat bertih gandum, seratus buah kue kismis dan dua ratus kue ara, dimuatnyalah semuanya ke atas keledai, lalu berkata kepada bujang-bujangnya: "Berjalanlah mendahului aku; aku segera menyusul kamu." Tetapi Nabal, suaminya, tidaklah diberitahunya.

Setelah mendapat berita dari bujangnya bahwa Nabal suaminya telah berbuat kurang baik terhadap Daud, Abigail segera berinisiatif meluruskan perselisihan diantara keduanya. Ia mengambil persembahan terbaik dari yang dimilikinya untuk meredakan kemarahan Daud dan menghindarkan seisi rumahnya dari kebinasaan yang hendak dilakukan oleh Daud.

Abigail seorang wanita yang berani berkata benar diatas benar dan berkata salah diatas salah
1 Samuel 25:24-25, Ia sujud pada kaki Daud serta berkata: "Aku sajalah, ya tuanku, yang menanggung kesalahan itu. Izinkanlah hambamu ini berbicara kepadamu, dan dengarkanlah perkataan hambamu ini. Janganlah kiranya tuanku mengindahkan Nabal, orang yang dursila itu, sebab seperti namanya demikianlah ia: Nabal namanya dan bebal orangnya. Tetapi aku, hambamu ini, tidak melihat orang-orang yang tuanku suruh.

Abigail mengakui bahwa Nabal suaminya memang mempunyai kelakuan kurang baik sejak dulu. Ia menyadari suaminyalah yang salah kepada Daud karena berlaku tidak sopan kepadanya. Meski demikian, ia tetap menahan Daud agar tidak berbuat kesalahan seperti yang telah dilakukan Nabal, dengan mengumbar kemarahannya hingga membuat orang lain celaka.

Abigail seorang istri yang tunduk kepada suaminya

a. Mau memintakan maaf atas perbuatan suaminya yang kurang baik kepada orang lain
1 Samuel 25:28, Ampunilah kiranya kecerobohan hambamu ini, sebab pastilah TUHAN akan membangun bagi tuanku keturunan yang teguh, karena tuanku ini melakukan perang TUHAN dan tidak ada yang jahat terdapat padamu selama hidupmu.

Istri bijaksana harus memberi support positif kepada suaminya. Support positif bukan berarti sang istri harus membenarkan semua tindakan suaminya meskipun itu salah. Tapi, support yang benar adalah dengan memberi pertimbangan bijak, mana tindakan yang benar atau salah dan membawa orang salah ke jalan yang benar. Abigail bertindak lebih dulu memintakan maaf atas kesalahan suaminya dan memintakan perdamaian bagi seluruh rumahnya kepada Daud begitu tahu suaminya melakukan tindakan salah kepadanya.

b. Jujur kepada suaminya
1 Samuel 25:36-37a, Sampailah Abigail kepada Nabal dan tampaklah, Nabal mengadakan perjamuan di rumahnya, seperti perjamuan raja-raja. Nabal riang gembira dan mabuk sekali. Sebab itu tidaklah diceriterakan perempuan itu sepatah katapun kepadanya, sampai fajar menyingsing. Tetapi pada waktu pagi, ketika sudah hilang mabuk Nabal itu, diceriterakanlah kepadanya oleh isterinya segala perkara itu.

Abigail tahu posisinya sebagai istri sah Nabal. Setelah pergi menemui Daud (pria lain), maka ia memberitahukan tindakannya tersebut kepada suaminya keesokan hari. Hal ini jelas sebuah tindakan wajib dari seorang istri yang tidak menghendaki hubungannya dengan pria lain dipergunjingkan sebagai perselingkuhan atau tindakan asusila yang menciderai pernikahan.

Abigail mengarahkan orang lain kepada Tuhan
1 Samuel 25:26a, Oleh sebab itu, tuanku, demi TUHAN yang hidup dan demi hidupmu yang dicegah TUHAN dari pada melakukan hutang darah dan dari pada bertindak sendiri dalam mencari keadilan.

Dalam 1 Petrus 3:1-2 juga dikatakan bahwa istri yang taat kepada Firman Tuhan bisa memenangkan hati suaminya yang tidak taat kepada Firman. Abigail juga menunjukkan hal tersebut. Ia berani mencegah Daud agar tidak jatuh ke dalam dosa karena membunuh Nabal dan mengingatkan kembali kebesaran Tuhannya yang sanggup membalaskan kesalahan kepada orang yang salah.

Karena kemampuannya membawa damai bagi keluarga dan orang lain, Daud langsung menyunting Abigail sebagai istri setelah Tuhan mencabut nyawa Nabal karena dosa-dosanya. Wanita berkarakter seperti Abigail yang bisa membuat hati para suaminya tentram dan damai inilah, yang dicari oleh banyak pria-pria di dunia dan layak menjadi teladan setiap wanita yang takut akan Tuhan (nj@coe).

No comments: