Thursday, December 31, 2009

Aplikasi Alkitab Untuk Handphone Versi LAI, BIS, dan KJV

Aplikasi Alkitab (powered Java) untuk handphone dari Go Bible by Jolon Faichney.

Alkitab versi LAI Link 1

Alkitab versi LAI Link 2

Alkitab versi BIS Link 1

Alkitab versi BIS Link 2

Alkitab versi KJV Link 1

Alkitab versi KJV Link 2


Tuesday, December 29, 2009

What is that?







Saturday, December 26, 2009

Cry out to Jesus - Third Day




To everyone who's lost someone they love
long before it was their time.
You feel like the days you had were not enough
when you said goodbye.

And to all of the people with burdens and pains
keepin' you back from your life.
You believe that there's nothing
and there is no one who can make it right.

There is hope for the helpless, rest for the weary,
and love for the broken hearts.
There is grace and forgiveness, mercy and healing
He'll meet you wherever you are.

Cry out to Jesus. Cry out to Jesus.

For the marriage that's struggling just to hang on
They lost all of their faith in love.
and they've done all they can to make it right again
still it's not enough.

For the ones who can't break the addictions and chains
you try to give up but you come back again.
Just remember that you're not alone
in your shame and your suffering.

There is hope for the helpless, rest for the weary,
and love for the broken hearts.
There is grace and forgiveness, mercy and healing
He'll meet you wherever you are.

Cry out to Jesus.

When you're lonely and it feels like the whole world is falling on you
you just reach out, you just cry out to Jesus

Cry to Jesus.

To the widow who suffers from being alone,
wipin' the tears from her eyes.
For the children around the world without a home,
say a prayer tonight.

There is hope for the helpless, rest for the weary,
and love for the broken hearts.
There is grace and forgiveness, mercy and healing
that meets you wherever you are.
There is hope for the helpless, rest for the weary,
and love for the broken hearts.
There is grace and forgiveness, mercy and healing
that meets you wherever you are.

Cry out to Jesus. Cry out to Jesus.

Cry out to Jesus. Cry out to Jesus.


Thursday, December 24, 2009

Tuesday, December 22, 2009

Berkomunikasi Dengan Anak-anak

Oleh : Angelina Kusuma

Berbicara kepada anak-anak adalah pekerjaan yang gampang-gampang susah. Terkadang, mereka lebih memilih bermain dengan dunianya sendiri daripada mendengarkan dengan seksama apa yang sedang kita katakan kepada mereka. Kunci untuk berkomunikasi dengan anak-anak adalah dengan menjadi serupa dengan dunia mereka. Mau tidak mau, kita yang harus merendahkan hati menyelami cara berpikir anak-anak yang tidak sama dengan cara berpikir orang dewasa.

1. Menegur dengan nada suara lembut

Ketika mengajar anak-anak di Sekolah Minggu, sering kali saya mati kutu di depan kelas saat anak-anak itu mulai 'berkotbah' sendiri-sendiri dan seolah tidak menganggap saya sedang berbicara kepada mereka. Untuk menegur anak-anak yang sedang bercengkrama sendiri selama pelajaran berlangsung, saya selalu gagal ketika menegur mereka dengan nada suara keras. Tapi ketika saya menghadapkan muka ke arah mereka dan memanggil nama mereka dengan lembut, seketika itu juga, mereka menghentikan aktivitas bicaranya dan memalingkan tubuhnya kembali ke depan kelas. Itulah anak-anak. Yang mereka perlukan adalah tuntunan supaya mereka kembali memperoleh fokus konsentrasinya, bukan kemarahan dari orang lain atas ulahnya. Jika mereka dimarahi dengan nada suara yang keras, yang terjadi mungkin sebaliknya, mereka akan semakin ngelunjak membuat kita jengkel.

2. Tidak melarang tanpa alasan

Kata larangan seperti "Jangan..." dan "Tidak boleh...", bisa menjadi pemicu anak-anak untuk semakin nekad melakukan kalimat larangan kita. Bawa anak-anak ke pengenalan mana yang baik dan buruk, apa akibatnya jika hal itu dilakukan atau tidak dilakukan, untuk mengganti ucapan-ucapan larangan. Anak-anak punya rasa penasaran yang tinggi dan larangan orang dewasa akan membuat mereka mencari cara untuk mengetahui jawabannya. Jika mereka menerima kalimat, "Jangan main korek api". Biasanya mereka justru mengambil korek api dan mematikkan api darinya. Tapi jika mereka diajak berdiskusi bahwa korek api bisa menimbulkan api yang panas dan sakit jika menyentuh kulit, maka anak-anak akan menaruh kembali korek api itu di tempatnya dan lebih tertarik mendengarkan penjelasan kita.

3. Tidak menakut-nakuti

Orang dewasa kadang menggunakan kalimat menakut-nakuti seperti, "Nanti kalo kamu bandel, mama bilang sama gurumu" atau "Kalo kamu kesana, awas lho...nanti dikejar sama anjing" dan lain-lain. Sadar atau tidak, saat kita membuat mereka takut akan seseorang atau akan sesuatu, sebenarnya kita sedang mencetak mental kerdil dan pengecut pada anak-anak itu. Menakuti mereka tidak akan menyelesaikan masalah. Hanya akan membuat anak-anak mempunyai pikiran yang negatif tentang seseorang atau sesuatu yang kita gunakan sebagai obyek untuk menakut-nakuti mereka. Misalnya dari kalimat, "Nanti kalo kamu bandel, mama bilang sama gurumu", akan membuat anak-anak berpikiran bahwa guru itu adalah sosok yang jahat dan akibatnya mereka tak lagi segan kepada guru dalam arti menghormati guru tapi takut dengan sosok seorang guru karena pengaruh image orang jahat yang sudah tercetak di otak mereka sebelumnya.

4. Belaian, ciuman, pelukan, dan pujian

Kebutuhan anak-anak akan perhatian dari orang dewasa itu sangat besar. Belaian, ciuman, pelukan, dan pujian, merupakan uangkapan perhatian dari orang dewasa yang ampuh untuk memenangkan mereka saat marah, takut, sedih, ataupun saat mereka gelisah dan perlu dorongan semangat untuk berhasil.

5. Musik, lagu, tari, gambar, dan belajar

Ciri khas anak-anak yang lekat dengan mainan, membuat mereka juga lebih peka terhadap segala sesuatu yang tak jauh dari aktivitas bermain-main. Mengajari anak akan sesuatu, paling mudah dengan musik, lagu, tari, dan juga gambar. Kemampuan mereka menyerap informasi yang disampaikan, terbukti lebih mengena ketika dibarengi dengan menyentuh kelima indranya secara aktif (mengajak anak-anak untuk melihat, mendengar, mencium, meraba, mengecap, dan mempraktekkan obyek/tindakan yang kita maksud secara langsung), daripada kita menunggui mereka belajar dari awal sampai akhir dan sibuk menjejali mereka dengan berbagai nasehat sampai mulut berbusa.

6. Tidak berbohong

"Disuntik itu tidak sakit kok...". Hayo, siapa yang suka bicara seperti ini kepada anak-anak ketika dokter mengeluarkan jarum suntik dan mengarahkan kepadanya? Kelihatannya, ini adalah kata-kata yang baik agar si anak mau disuntik. Tapi, efek dari kalimat berbohong itu tetaplah tidak baik bagi mereka. Jika si anak merasai bahwa ternyata disuntik itu sakit dan tidak sama dengan apa yang anda katakan sebelumnya, ia bisa sakit hati sampai trauma dengan yang namanya jarum suntik di kemudian hari. Mengajari anak untuk berani menghadapi sesuatu, tidak bisa dilakukan dengan membohonginya. Jika memang disuntik bisa menyebabkan ia kesakitan, ya jujurlah padanya. TAPI...beri alasan yang tepat kenapa ia harus disuntik, berapa lama ia akan merasakan sakit, dan tunjukkan bahwa anda akan selalu bersama dia menghadapi rasa sakit itu sampai sembuh. Dengan tidak membohongi anak-anak dalam segala hal (termasuk hal-hal yang negatif), anda sudah menciptakan seorang generasi pemberani sejak dini.

Anak-anak adalah aset generasi yang tangguh di masa depan. Ajari mereka tentang kebenaran, bukan kebohongan dan intimidasi, agar mereka bisa menjadi orang-orang yang menang dan memenangkan banyak orang di kemudian hari. Kertas putih itu ada di tangan anda sekarang. Tulisi dan warnailah kertas putih yang dimiliki oleh anak-anak itu dengan tinta yang tepat untuk dunia mereka yang ceria dan semangat bermain-mainnya, bukan dengan cara orang dewasa (nj@coe).


Monday, December 21, 2009

(Sekolah Minggu) Jajanan Enak, Belum Tentu Sehat

Oleh : Angelina Kusuma

Teman-teman, tahu nggak sie kalo jajan yang kita beli dari kantin sekolah, dari warung sebelah rumah, dari toko swalayan ataupun supermarket itu, belum tentu sehat lho? Tidak semua makanan enak yang nikmat di lidah kita itu berguna bagi tubuh kita. Kalo kita salah memakannya, bisa jadi itu akan menyebabkan kita sakit di kemudian hari atau membuat tubuh kita tumbuh terlalu gemuk atau kekurangan gizi.

Nah, maka dari itu, sebelum jajan...yuk kita simak beberapa hal di bawah ini agar kita tidak salah makan jajanan yang tidak sehat!

1. Biasakan sarapan pagi

Sarapan pagi sebelum berangkat sekolah itu sangat penting. Dengan mengisi perut sebelum belajar, kita akan lebih mudah berkonsentrasi menerima pelajaran dari guru-guru kita karena perut sudah kenyang. Pilih makanan bergizi yang mengandung 4 sehat 5 sempurna buat menu sarapan paginya ya. Makanan yang 4 sehat 5 sempurna itu adalah makanan yang terdiri dari makanan pokok seperti nasi, jagung, kentang, gandum/tepung terigu, serta umbi-umbian lainnya; lauk pauk seperti tempe, tahu, telur, daging, ikan, dan lain-lain; sayur mayur seperti kangkung, bayam, terong, tomat, cabe, kacang panjang, kol, labu siam, dan lain-lain; buah-buahan seperti apel, manggis, markisa, salak, pepaya, dan lain-lain; ditambah susu.

2. Pilih tempat jajan yang bersih

Eits, jangan jajan sembarangan dong. Cari dulu tempat yang bersih dan terlindung dari matahari, debu, hujan, angin dan asap kendaraan bermotor, serta bebas dari serangga dan sampah. Perhatikan juga kebersihan penjualnya. Penjual yang menjaga kebersihan tubuhnya, biasanya memakai celemek untuk melindungi bajunya dari tumpahan kotoran, memakai sendok/garpu untuk mengambil jajanan yg dijualnya, kuku-kuku penjualnya terpotong rapi dan tidak kotor, tidak merokok/sering meludah ketika menyajikan dagangannya.

3. Beli makanan yang terbungkus rapi kemasannya atau buah yang ada kulitnya

Bungkus kemasan dan kulit, melindungi masuknya kuman dan penyakit ke dalam makanan dan buah dengan bebas. Dibandingkan dengan makanan yang tidak dibungkus dan buah yang sudah dikupas kulitnya, makanan dengan bungkus dan buah yang masih berkulit, lebih sehat dan lebih segar.

4. Membawa bekal jajan dari rumah

Ini yang paling aman. Mama atau orang-orang di rumah kita pastinya mau menyediakan makanan sehat buat kita yang terjamin kualitasnya. Daripada sakit gara-gara kebanyakan jajan di sembarang tempat, lebih baik minta mama dan orang-orang di rumah untuk menyediakan bekal jajan yang enak dari rumah. Selain aman, kita bisa menghemat uang saku untuk keperluan sekolah yang lebih penting lainnya kan?

5. Cuci tangan dan sikat gigi

Kita juga harus melatih kebiasaan baik dari kecil dalam hal menjaga kesehatan tubuh. Diantaranya, mencuci tangan sebelum menyentuh makanan/makan dan menyikat gigi dua kali sehari, yaitu sebelum tidur malam dan setelah sarapan pagi. Dengan mencuci tangan sebelum menyentuh makanan/makan, kita membunuh kuman-kuman penyakit yang hinggap di jari-jari tangan kita selama kita bermain dan memegang benda-benda lainnya. Sedangkan dengan rajin menyikat gigi sebelum tidur malam dan setelah sarapan pagi, kita akan membunuh bakteri-bakteri yang ada di mulut kita sehingga mereka tidak ikut masuk ke tubuh kita bersama makanan yang kita telan (nj@coe).




Monday, December 14, 2009

Another result of 'the destruction' with Lightroom

Before




 
















After






















Learn To Use Ligthroom :D

Still learning how to use Ligthroom. I'm a little surprised at the results. And I'll probably use it more to enhance my pictures hahahahahahahaha :D

Before
















After






Thursday, December 10, 2009

Faith Love Letter




Dear beloved,

As I write this, I saw you in my faith, that one day you'll be receiving this letter and read it. I can see you and I can feel your presence. We just have not united.

I'm not a good woman, but I'll try my best to you. I do not have a pretty face to make you interested, I just got a heart full guard for you. I do not have gold and silver around me, I only have a series of prayers that I sent around to you every day.

When you ask me, "Why do you love me?". Maybe, I will not be able to answer it. Perhaps, I have no reason to love you. I just did it because I want to.

I also would never promised that my presence at your side will always make you happy. No, I'm not a perfect angel, who can make you keep happy. I know, I'm limited. And therefore, I only promise that I will bring you to The Source of true happiness. I will bring you to Jesus, to make you always smile every day.

I'm not promising the world to be yours. But I promise you, that you are my world. You're the only reason that always brought me home, when I stepped out of the house (nj@coe).



Who loves you with faith, hope, and love
Angelina Kusuma


Cerdas Mengatur Penghasilan, Pangkal Kaya

Oleh : Angelina Kusuma

Penghasilan besar, tidak menjamin bahwa seseorang bisa mencukupi seluruh biaya kehidupannya sehari-hari. Ada banyak orang dengan penghasilan di atas rata-rata kelas menengah, tapi tetap merasa kurang dalam pemenuhan kebutuhannya karena mereka salah mengatur keuangan. Sebaliknya, tak sedikit orang dengan penghasilan tidak terlalu besar jumlahnya, namun mereka memiliki barang-barang kelas menengah. Apa rahasianya?

Untuk menjadi kaya, anda tak perlu mencari pekerjaan yang bisa memberi anda penghasilan besar per bulan ataupun yang bisa memberi anda jaminan penghasilan seumur hidup. Anda hanya perlu menjadi seorang pengatur keuangan yang baik, agar anda bisa kaya dan berkecukupan. Tak perduli, apakah anda seorang karyawan swasta, seorang pengusaha, atau seorang pegawai lembaga pemerintah, kepiawaian tangan anda mengatur keuanganlah yang akan menentukan cukup tidaknya penghasilan anda atau kaya tidaknya kehidupan anda nanti.

1. Mencatat semua aset

Semua barang yang anda miliki adalah aset. Mulai dari rumah, mobil, tabungan, tv, kasur, sampai baju dan sepatu anda, semua adalah aset yang anda miliki. Catat aset-aset itu dengan teliti, karena dari sana, akan anda ketahui seberapa anda akan kaya.

2. Mengelompokkan aset positif dan aset negatif

Aset positif adalah aset yang mendatangkan penghasilan bagi anda. Contoh: rumah kontrakan, deposito, unit usaha yang anda kelola, dll. Sedangkan aset negatif adalah aset yang akan mengurangi penghasilan anda. Contoh: handphone, baju, sepatu, dll.

3. Menambah aset positif, mengurangi aset negatif/menutupnya

Setelah mengetahui semua aset yang kita miliki dan mengelompokkannya menjadi dua bagian, dengan mudah kita juga bisa mengetahui bagian mana yang harus kita tambah, dan bagian mana yang harus kita kurangi. Jika pengeluaran per bulan kita lebih banyak tersedot di aset negatif, berarti sudah saatnya kita menguranginya, atau memperbesar aset positif kita guna menutupi kebutuhan untuk aset negatif tersebut.

4. Membayar kewajiban sebelum memenuhi kebutuhan

Hutang-hutang, tagihan listrik, tagihan telepon, uang sewa rumah, uang sekolah/kuliah, merupakan contoh kewajiban yang harus kita utamakan lebih dulu sebelum kita memenuhi kebutuhan lain yang masih bisa ditunda pembayarannya.

5. Cicilan hutang tidak lebih dari 30%

Hutang bisa menjadi alternatif praktis dalam pemenuhan kebutuhan yang tidak bisa kita bayar sekali waktu, sekaligus bisa menjadi jerat di kemudian hari jika kita melakukannya tanpa melihat kemampuan keuangan kita sebenarnya. Batas maksimal yang aman untuk kita berhutang, tak lebih dari 30% dari penghasilan kita. Jika anda ingin membeli rumah atau mobil yang harganya memang tidak murah, pertimbangkan cicilan per bulan yang tak lebih dari angka ini, agar hutang anda tidak memberatkan kantong anda nantinya.

6. Wajib menabung minimal 10% dari penghasilan

Banyak atau sedikit penghasilan dan pengeluaran biaya kehidupan anda sehari-hari, menabung itu tidak bisa dikesampingkan begitu saja. Pepatah berkata, "Hemat pangkal kaya". Tabungan anda adalah bekal untuk masa depan anda. Ini sangat penting. Berapapun penghasilan anda, ambillah 10% sebagai tabungan. Saat memerlukan biaya mendadak atau pemenuhan biaya besar di lain hari, tabungan anda pasti akan sangat membantu (nj@coe).




Wednesday, December 09, 2009

(Sekolah Minggu) Marlo Ingin Punya Teman...

Oleh : Angelin Kusuma

Marlo adalah seorang anak yang terkenal sombong, egois (mau menang sendiri), dan suka marah-marah. Karena sifat-sifat buruknya itu, ia dijauhi oleh teman-temannya.

Suatu sore, Marlo melihat Adi dan Dicky sedang asyik bermain bola di lapangan. Marlo ingin bergabung dengan mereka.

Marlo: "Bolehkah aku bermain bola bersama kalian?"
Adi: "Tidak. Kamu sombong, egois, dan suka marah-marah. Kami tidak mau berteman dengan anak sepertimu!"
Dicky: "Iya benar. Kemarin, saat bermain petak umpet di sekolah, kamu marah-marah waktu giliran jaga. Kemarinnya lagi, saat bermain kelereng, kamu ambil semua kelereng-kelereng milik kami. Trus, saat kamu punya mobil-mobilan baru, kamu juga sombong, tidak meminjami kami. Padahal, kami selalu meminjamkan semua mainan yang kami punya kepadamu. Kami malas ah, bermain denganmu lagi..."

Adi dan Dicky kemudian pergi meninggalkan Marlo.

Marlo: "Huh, menyebalkan! Aku bisa bermain sendirian tanpa teman!", kata Marlo dengan kesal.

Marlo pulang ke rumahnya dan mengambil bola kesayangannya. Ia menuju pekarangan rumah dan mulai bermain bola seorang diri. Pertama-tama, ia menendang bolanya ke tembok. Ke dua, ia kembali menendang bolanya ke tembok lagi. Ke tiga...ke empat...ke lima...Marlo mulai bosan.

Marlo: "Ternyata, nggak enak main sendirian. Aku perlu teman..."

Marlo duduk dengan sedih. Hari ini, ia tidak bisa bermain dengan teman-temannya. Adi dan Dicky membencinya, karena ia sombong, egois, dan suka marah-marah. Mereka sudah tidak mau lagi bermain dengannya.

Karena kecapaian bermain dan bersedih ditinggal teman-temannya, Marlo akhirnya tertidur di bawah pohon di pekarangan rumahnya. Dalam tidurnya, Marlo bermimpi...

Marlo: "Dimana aku?"

Marlo memandang sekelilingnya. Rupanya, ia sedang berada di sebuah padang rumput yang luas. Tidak ada manusia lain kecuali dirinya di sana.

Semut: "Hei Marlo, selamat datang di dunia mimpi", kata seekor semut yang tiba-tiba muncul didekat Marlo.
Marlo: "Hah, semut bisa bicara? Dari mana kamu tahu namaku?", Marlo mulai ketakutan!
Semut: "Tidak perlu takut Marlo. Aku tahu siapa kamu. Kamu adalah anak yang terkenal sombong, egois, dan suka marah-marah. Hari ini teman-temanmu, Adi dan Dicky, meninggalkanmu dan tidak mau lagi bermain denganmu karena sifat-sifat burukmu itu kan? Aku membawamu kesini untuk menolongmu kok."
Marlo: "Menolongku?"
Semut: "Iya, aku ingin menolongmu untuk menghilangkan sifat-sifat burukmu itu dan membuatmu menjadi anak yang disukai teman-temanmu lagi."
Marlo: "Bagaimana caranya?"
Semut: "Caranya mudah. Setelah ini kamu harus menempuh perjalanan melewati hutan yang bernama Hutan Hati. Di hutan itu, ada tiga musuh yang harus kamu kalahkan. Masing-masing musuhmu itu bernama Pohon Tinggi Hati, Tembok Egois, dan Batu Amarah. Ketika kamu berhasil mengalahkan ke tiga musuhmu itu, kamu akan memperoleh Mahkota Sukacita dan Cincin Damai Sejahtera, yang akan mengubahmu menjadi anak yang tidak sombong lagi, mau mengalah, dan sabar."
Marlo: "Tapi aku kan tidak punya senjata apa-apa Om Semut. Bagaimana aku bisa melawan ke tiga musuhku yang sepertinya kuat dan perkasa itu?"
Semut: "Oh, jangan khawatir Marlo! Kamu akan diberi Pedang Roh sebagai senjata untuk mengalahkan mereka. Tapi ada syaratnya, kamu harus berdoa dulu, meminta supaya pedang itu mau menemanimu melawan ke tiga musuhmu di Hutan Hati nanti dengan tulus. Pedang itu akan hilang dengan sendirinya jika tugasnya membantumu melawan musuh-musuhmu selesai. Tapi setiap kali kamu membutuhkannya kembali, kamu bisa memanggilnya dengan doa lagi. Bagaimana? Kamu siap?"
Marlo: "Demi menjadi anak baik yang disukai oleh teman-teman, aku siap Om Semut."
Semut: "Kalo begitu, segeralah berdoa, ambillah pedangmu, dan masuklah ke hutan yang ada di depanmu itu."
Marlo: "Baiklah."

Marlo kemudian berlutut dan berdoa.

Marlo: "Wahai Pedang Roh, berilah aku kekuatan untuk mengalahkan musuhku si Pohon Tinggi Hati, Tembok Egois, dan Batu Amarah di Hutan Hati!"

Trengg...tiba-tiba, di tangan Marlo muncul sebilah pedang yang berkilat-kilat dan sangat indah karena bertahtakan emas, intan, dan berlian.

Semut: "Bagus, sekarang masuklah ke Hutan Hati Marlo!"

Marlo mengangguk ke arah Semut yang sejak tadi berbicara padanya. Ia mengambil Pedang Roh-nya dan berlari masuk ke Hutan Hati. Tak berapa lama Marlo ada di dalam Hutan Hati, tiba-tiba...

Pohon Tinggi Hati: "Hohoho, siapa kamu anak kecil?"
Marlo: "Aku Marlo..."
Pohon Tinggi Hati: "Ohhh, kamu anak yang sombong itu ya? Hahaha, mau apa kamu kesini, nak? Aku adalah si Pohon Tinggi Hati. Pasti kamu mau meminta kesombongan yang lebih besar lagi ya?"
Marlo: "Tidakkkk, aku kesini untuk mengalahkanmu Pohon Tinggi Hati."
Pohon Tinggi Hati: "Mana bisa? Kamu kan hanya seorang anak kecil!"
Marlo: "Biarpun aku kecil, tapi aku punya Pedang Roh untuk mengalahkanmu!"

Marlo mengayunkan pedangnya menebas Pohon Tinggi Hati. Pohon Tinggi Hati melawan Marlo dan Pedang Roh-nya dengan sekuat tenaga. Tapi akhirnya, ia tak kuasa melawan lagi. Marlo dan Pedang Roh yang ada di tangannya, jauh lebih kuat dari pohon itu.

Pohon Tinggi Hati: "Aku menyerah...aku menyerah...Aku akan pergi meninggalkanmu, Marlo. Kamu tidak akan disebut sebagai anak yang sombong lagi, tapi akan disebut sebagai anak yang rendah hati...", kata Pohon Tinggi Hati sebelum lenyap.

Marlo tersenyum. Musuh pertamanya kini sudah berhasil dikalahkannya. Ia melangkah kembali ke Hutan Hati lebih dalam. Dan kemudian...ia menemukan sebuah tembok!

Tembok Egois: "Hei, mau kemana kamu anak kecil?"
Marlo: "Aku Marlo...kamu pasti si Tembok Egois kan?"
Tembok Egois: "Betul sekali! Akulah si Tembok Egois yang gagah perkasa. Kamu kesini untuk meminta lebih banyak lagi keegoisan untuk hidupmu? Hahaha..."
Marlo" Tidakkkk, aku kesini untuk mengalahkanmu Tembok Egois."
Tembok Egois: "Hohoho, aku tidak takut! Kamu hanya seorang anak kecil...", ejek si Tembok Egois.
Marlo: "Aku punya Pedang Roh. Aku sudah mengalahkan temanmu si Pohon Tinggi Hati sebelumnya. Dan sekarang, aku akan mengalahkanmu juga Tembok Egois!"

Marlo menggenggam erat pedangnya, kemudian menyerang Tembok Egois. Ternyata, Tembok Egois tak segagah yang terlihat. Dengan mudah, Marlo dan Pedang Roh, berhasil meruntuhkan Tembok Egois hingga menjadi puing-puing.

Tembok Egois: "Ampunnn, aku menyerah...! Aku pergi darimu Marlo. Kamu tidak akan disebut sebagai anak yang egois lagi, tapi akan disebut sebagai anak yang suka mengalah dan baik hati...", kata Tembok Egois terbata-bata, kemudian menghilang dari pandangan Marlo.

Marlo tertawa senang. Musuh ke duanya juga berhasil ia kalahkan seperti saat mengalahkan musuhnya yang pertama! Tinggal musuh yang ke tiga...

Marlo menebarkan pandangannya. Ia mencari-cari sosok Batu Amarah yang harus dikalahkannya untuk terakhir kali.

Batu Amarah: "Bocah kecil! Berani sekali kamu membunuh teman-temanku, si Pohon Tinggi Hati dan si Tembok Egois", sebuah suara membuat Marlo terkaget.
Marlo: "Disitu rupanya kamu berada Batu Amarah...Aku kesini untuk mengalahkanmu seperti aku mengalahkan teman-temanmu yang lain."
Batu Amarah: "Huh, beraninya kamu mengatakan seperti itu kepada Batu Amarah! Aku tidak selemah Pohon Tinggi Hati dan Tembok Egois. Aku yang akan mengalahkanmu kali ini, anak kecil!!"

Batu Amarah mulai marah-marah kepada Marlo. Ia menggelinding menerjang Marlo.

Marlo: "Ahhhh, panas..." Marlo berteriak kesakitan ketika kulitnya menyentuh Batu Amarah. Pedang Roh terlepas dari tangannya dan terlempar jauh dari tempatnya berada...
Batu Amarah: "Hahaha, apa kubilang...Aku lebih kuat darimu Marlo..."

Batu Amarah bersorak kegirangan melihat Marlo yang kesakitan. Ia kembali menyerang Marlo dengan gencar. Marlo hampir kuwalahan menghindari serangan dari Batu Amarah itu! Kemudian, Marlo teringat kembali pesan si Semut di padang rumput sebelumnya. Pedang Roh akan kembali ke tangannya jika ia berdoa lagi dengan tulus.

Marlo: "Wahai Pedang Roh, berilah aku kekuatan untuk mengalahkan musuh terakhirku si Batu Amarah itu!", doa Marlo dengan cepat.

Dalam waktu sekejab, Pedang Roh yang tadi terlempar dari tangan Marlo, kembali ada ditangannya. Pedang itu tak hanya kembali, tapi juga terlihat semakin bersinar penuh kuasa. Marlo menyerang Batu Amarah dengan penuh percaya diri dan lebih bersemangat.

Marlo: "Rasakan ini Batu Amarah!" Marlo membelah Batu Amarah hingga menjadi dua bagian.
Batu Amarah: "Tidakkkk, aku tidak mau kalah...Ampun Marlo. Kamu memang anak yang kuat. Aku menyerah...Mulai hari ini, kamu akan menjadi anak yang sabar dan tidak mudah marah-marah lagi!" Batu Amarah pun, kemudian lenyap menyusul ke dua temannya si Pohon Tinggi Hati dan Tembok Egois.

Setelah semua musuh-musuhnya lenyap, Pedang Roh yang tadi selalu ada di tangan Marlo untuk melawan Pohon Tinggi Hati, Tembok Egois, dan Batu Amarah tiba-tiba lenyap. Sebagai gantinya, sebuah mahkota yang disebut Mahkota Sukacita dan Cincin Damai Sejahtera, muncul menghiasi kepala dan jari kanan Marlo.

Marlo keluar dari Hutan Hati dengan riang gembira, kemudian bertemu dengan si Semut penolongnya tadi.

Semut: "Selamat Marlo, kamu layak mendapatkan Mahkota Sukacita dan Cincin Damai Sejahtera karena kamu telah berhasil mengalahkan Pohon Tinggi Hati, Tembok Egois, dan Batu Amarah di Hutan Hati"
Marlo: "Terima kasih atas bantuannya Om Semut. Sekarang, aku merasa berbeda. Aku punya sukacita dan damai sejahtera yang luar biasa di dalam hati. Aku akan meminta maaf kepada Adi, Dicky, dan teman-temanku lainnya, atas kesombongan, keegoisan, dan kebiasaan marah-marahku dulu kepada mereka. Aku tidak akan mengulangi kebiasaan burukku itu di masa depan."
Semut: "Bagus, kamu memang anak yang baik Marlo. Teman-temanmu pasti senang denganmu jika kamu tidak sombong, tidak egois, dan tidak suka marah-marah lagi."
Marlo: "Ya, aku berjanji tidak akan sombong, tidak akan egois, dan tidak akan marah-marah lagi ke semua teman-temanku dan orang lain Om Semut. Terima kasih bantuannya."

Selesai mengucapkan kata-kata perpisahan kepada Semut, Marlo terbangun dari mimpinya. Ia kembali berada di dunia nyata, di bawah pohon, pekarangan rumahnya.

Marlo: "Mimpiku benar, aku harus berubah menjadi anak yang baik dulu agar teman-temanku tidak meninggalkan aku sendirian dan mau mengajakku bermain. Aku harus ke rumah Adi dan Dicky untuk meminta maaf atas kesalahanku sebelumnya."

Sejak hari itu, Marlo berubah menjadi anak baik yang tidak pernah sombong, tidak egois, dan tidak suka marah-marah lagi. Ia disenangi oleh banyak orang. Adi dan Dicky kembali menjadi teman baiknya. Tak hanya itu, sekarang Marlo juga punya lebih banyak lagi teman. Ada Rio, Joan, Daud, Roni, dan sebagainya. Semuanya menyukai Marlo karena ia adalah anak yang rendah hati dan suka membantu teman-temannya (nj@coe).


Saturday, December 05, 2009

Doa Orang Benar



Mata Tuhan tertuju kepada orang-orang benar, dan telinga-Nya kepada teriak mereka minta tolong (Mazmur 34:16). Apabila orang-orang benar itu berseru-seru, maka Tuhan mendengar, dan melepaskan mereka dari segala kesesakannya (Mazmur 34:18). Dan inilah keberanian percaya kita kepada-Nya, yaitu bahwa Ia mengabulkan doa kita, jikalau kita meminta sesuatu kepada-Nya menurut kehendak-Nya. Dan jikalau kita tahu, bahwa Ia mengabulkan apa saja yang kita minta, maka kita juga tahu, bahwa kita telah memperoleh segala sesuatu yang telah kita minta kepada-Nya (1 Yohanes 5:14-15). Doa orang yang benar, bila dengan yakin didoakan, sangat besar kuasanya (Yakobus 5:16). Dan apa saja yang kamu minta dalam doa dengan penuh kepercayaan, kamu akan menerimanya (Matius 21:22). Doa orang jujur dikenan-Nya (Amsal 15:8). Doa orang benar didengar-Nya (Amsal 15:29).


Saat Menanti...

http://th06.deviantart.net/fs9/300W/i/2006/018/4/3/waiting_for_god_by_altjeringa.jpg

Mazmur 25:21, Ketulusan dan kejujuran kiranya mengawal aku, sebab aku menanti-nantikan Engkau (Let integrity and uprightness preserve me, For I wait for You).

Mazmur 33:20, Jiwa kita menanti-nantikan TUHAN. Dialah penolong kita dan perisai kita! (Our soul waits for the LORD; He [is] our help and our shield)

Mazmur 37:9, Sebab orang-orang yang berbuat jahat akan dilenyapkan, tetapi orang-orang yang menanti-nantikan TUHAN akan mewarisi negeri (For evildoers shall be cut off; But those who wait on the LORD, They shall inherit the earth).

Mazmur 40:2, Aku sangat menanti-nantikan TUHAN; lalu Ia menjenguk kepadaku dan mendengar teriakku minta tolong (I waited patiently for the LORD; And He inclined to me, And heard my cry).

Mazmur 130:5, Aku menanti-nantikan TUHAN, jiwaku menanti-nanti, dan aku mengharapkan firman-Nya (I wait for the LORD, my soul waits, And in His word I do hope).

Yesaya 30:18, Sebab itu TUHAN menanti-nantikan saatnya hendak menunjukkan kasih-Nya kepada kamu; sebab itu Ia bangkit hendak menyayangi kamu. Sebab TUHAN adalah Allah yang adil; berbahagialah semua orang yang menanti-nantikan Dia! (Therefore the LORD will wait, that He may be gracious to you; And therefore He will be exalted, that He may have mercy on you. For the LORD [is] a God of justice; Blessed [are] all those who wait for Him)

Yesaya 40:31, Tetapi orang-orang yang menanti-nantikan TUHAN mendapat kekuatan baru: mereka seumpama rajawali yang naik terbang dengan kekuatan sayapnya; mereka berlari dan tidak menjadi lesu, mereka berjalan dan tidak menjadi lelah (But those who wait on the LORD Shall renew [their] strength; They shall mount up with wings like eagles, They shall run and not be weary, They shall walk and not faint).

Yesaya 49:23, Maka raja-raja akan menjadi pengasuhmu dan permaisuri-permaisuri mereka menjadi inangmu. Mereka akan sujud kepadamu dengan mukanya sampai ke tanah dan akan menjilat debu kakimu. Maka engkau akan mengetahui, bahwa Akulah TUHAN, dan bahwa orang-orang yang menanti-nantikan Aku tidak akan mendapat malu (Kings shall be your foster fathers, And their queens your nursing mothers; They shall bow down to you with [their] faces to the earth, And lick up the dust of your feet. Then you will know that I [am] the LORD, For they shall not be ashamed who wait for Me)

Ratapan 3:26, Adalah baik menanti dengan diam pertolongan TUHAN ([It is] good that [one] should hope and wait quietly For the salvation of the LORD).

Daniel 12:12, Berbahagialah orang yang tetap menanti-nanti dan mencapai seribu tiga ratus tiga puluh lima hari (Blessed [is] he who waits, and comes to the one thousand three hundred and thirtyfive days).

Ibrani 6:15, Abraham menanti dengan sabar dan dengan demikian ia memperoleh apa yang dijanjikan kepadanya (And so, after he had patiently endured, he obtained the promise).